Evaluasi Kebakaran di Tenggarong, Bupati Kukar Siapkan Penguatan Dana RT untuk Mitigasi

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri evaluasi kebakaran di Tenggarong. Penguatan dana RT bakal disiapkan untuk mitigasi dan pencegahan kebakaran lingkungan.
Devi Nila Sari
2.8K Views

Kaltima.akurasi.id, Tenggarong – Kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). Terutama terkait ketersediaan sumber air dan akses pemadaman di kawasan permukiman.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, salah satu persoalan yang kembali terlihat saat proses penanganan kebakaran adalah kebutuhan hidran dan ketersediaan air bagi petugas pemadam kebakaran (damkar), khususnya di kawasan permukiman padat.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi agar penanganan kebakaran ke depan dapat dilakukan lebih cepat, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Kata dia, pihaknya telah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kukar mengenai kebutuhan tersebut. Pemerintah daerah juga berkomitmen tidak mengurangi alokasi dana RT pada tahun mendatang.

“Dana RT itu tahun depan tidak kita kurangi,” tuturnya.

Dana RT Bakal Diarahkan untuk Kebutuhan Mitigasi Bencana

Aulia menjelaskan, salah satu penguatan penggunaan dana RT nantinya dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan mitigasi kebakaran di kawasan padat penduduk. Hal tersebut mencakup upaya memastikan ketersediaan air di titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Menurutnya, setiap wilayah RT memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penggunaan dana RT tidak akan diseragamkan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lingkungan.

“Kalau seandainya bisa ditangani dengan dana RT, maka akan kita coba optimalkan pembiayaan di dana RT untuk mengatasi permasalahan,” jelasnya.

Selain persoalan sarana pemadaman, pemerintah juga akan melakukan pemetaan terhadap kebutuhan sistem pengairan di kawasan permukiman. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanganan apabila kembali terjadi kebakaran.

Aulia menilai, penguatan mitigasi penting dilakukan, terutama di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi. Ketersediaan sumber air yang lebih dekat diharapkan dapat membantu petugas ketika menghadapi titik kebakaran yang tidak mudah dijangkau armada Damkar.

Namun, upaya pemerintah tidak berhenti pada penanganan infrastruktur. Pemulihan warga terdampak juga menjadi perhatian, termasuk kondisi psikologis masyarakat setelah mengalami musibah.

“Selain merecovery dari perspektif fisik, kita juga harus melihat perspektif psikis warga,” katanya.

Ia meminta, agar warga terdampak mendapat perhatian secara menyeluruh dan tidak hanya difokuskan pada pemulihan tempat tinggal maupun kebutuhan fisik.

Menurutnya, proses tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga komunitas masyarakat juga diharapkan ikut memantau kondisi warga secara bersama-sama.

“Ini tentunya merupakan pekerjaan besar, tidak hanya bisa dikerjakan oleh pemerintah semata, tetapi melalui komunitas-komunitas kita untuk saling memonitor satu dengan yang lain,” pungkasnya. (Adv/diskominfokukar/dn)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Kebakaran Tenggarong, Dana RT Kukar, Mitigasi Kebakaran,  Pemkab Kukar

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana