Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menargetkan pengadaan 500 unit lantai jemur portabel hingga akhir masa kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin pada 2030.
Penyediaan fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan petani, terutama dalam proses penanganan hasil panen padi dan jagung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar Ananias mengatakan, hingga akhir 2025 pihaknya telah merealisasikan lebih dari 100 unit lantai jemur portabel.
Penyalurannya mencakup sejumlah kecamatan yang memiliki aktivitas pertanian, seperti Tenggarong, Anggana, Muara Kaman, dan Tenggarong Seberang.
“Terakhir sampai 2025, kami sudah merealisasikan sekitar 100 unit. Untuk 2026 memang belum ada pengadaan lantai jemur portabel,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, bahwa pengadaan lantai jemur portabel merupakan bagian dari program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap petani, melalui penyediaan sarana yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Ananias menjelaskan, lantai jemur portabel dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan. Selain lebih fleksibel dalam penempatan, biaya pengadaannya juga dinilai lebih terjangkau dibandingkan pembangunan lantai jemur permanen.
“Kami tetap optimistis. Ini sangat bermanfaat bagi petani karena lebih fleksibel dan mudah ditempatkan,” katanya.
Meski target pengadaan mencapai 500 unit, kata dia, penambahan fasilitas tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan kelompok tani dan kondisi wilayah. Pendekatan tersebut penting agar penyaluran tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga memperhatikan kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan penerima.
Ananias berharap, pengadaan dapat terus diupayakan secara bertahap hingga akhir periode kepemimpinan kepala daerah. Ia juga mengharapkan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani di wilayah penerima.
“Kami berharap, penambahan fasilitas tersebut dapat terus dilakukan sesuai kebutuhan kelompok tani dan kondisi lapangan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” timpalnya. (Adv/diskominfokukar/dn)
Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin