Kaltim.akurasi.id, PPU – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menyiapkan bantuan benih jagung pipil sebanyak 1.620 kilogram atau sekitar 1,6 ton bagi kelompok penerima manfaat yang memiliki potensi mengembangkan komoditas tersebut. Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan sektor tanaman pangan di daerah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan bantuan tersebut diarahkan kepada kelompok penerima manfaat yang mempunyai potensi untuk membudidayakan jagung pipil. Penyaluran benih diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pertanian dan membuka peluang usaha bagi petani di wilayah PPU.
“Selain itu, ada bantuan benih jagung untuk kelompok penerima manfaat yang mempunyai potensi jagung pipil. Jumlahnya sebanyak 1.620 kilogram atau sekitar 1,6 ton. Ini bantuan dari APBN,” ujar Gunawan.
Jagung pipil merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomi karena dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak maupun kebutuhan industri pengolahan. Permintaan terhadap jagung untuk pakan ternak turut menjadikan komoditas ini sebagai salah satu pilihan pengembangan usaha pertanian di luar tanaman padi.
“Pengembangan jagung juga berkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produksi dalam negeri,” katanya.
Disebutkan Gunawan, ketersediaan benih bermutu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan budidaya, selain kesesuaian lahan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta pengelolaan air.
Di PPU, pemanfaatan bantuan benih tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi lahan dan kesiapan kelompok penerima. Pendampingan teknis serta pengelolaan budidaya yang baik diperlukan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen sesuai harapan.
“Selain proses produksi, penanganan pascapanen juga menjadi perhatian dalam pengembangan jagung pipil. Pengeringan dan penyimpanan yang tepat diperlukan untuk menjaga kualitas hasil panen sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar,” jelasnya.
Melalui bantuan benih sebanyak 1,6 ton tersebut, pengembangan jagung pipil diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kelompok penerima sekaligus memperluas pilihan komoditas pertanian di PPU.
“Pemanfaatan bantuan secara tepat menjadi salah satu faktor penting agar program pemerintah dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi petani dan sektor pertanian daerah,” tandasnya. (adv/diskominfoppu/mz)
Editor: Suci Surya Dewi