Kaltim.akurasi.id, Bontang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang mencatat sektor tersier masih menjadi sektor usaha dengan jumlah proyek investasi paling banyak sepanjang triwulan I tahun 2026. Dominasi tersebut menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pada bidang perdagangan, jasa, dan konstruksi.
Berdasarkan data DPMPTSP Bontang, dari total 380 proyek investasi yang terealisasi pada periode Januari hingga Maret 2026, sebanyak 335 proyek berasal dari sektor tersier. Sektor ini mencakup berbagai bidang usaha seperti perdagangan, reparasi, konstruksi, transportasi, perhotelan, hingga beragam jenis jasa lainnya.
Jafung Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan tingginya jumlah proyek pada sektor tersier menjadi indikasi bahwa aktivitas usaha masyarakat di tingkat lokal terus tumbuh dan berkembang.
“Jumlah proyek yang cukup besar di sektor tersier menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi masyarakat masih berjalan aktif,” ujarnya.
Menurut Karel, meskipun sektor sekunder masih mendominasi dari sisi nilai investasi, sektor tersier memiliki keunggulan dalam jumlah pelaku usaha yang terlibat. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menjalankan kegiatan usaha di berbagai bidang jasa dan perdagangan.
Data DPMPTSP Bontang menunjukkan subsektor perdagangan dan reparasi menjadi penyumbang proyek terbanyak dengan total 116 proyek. Sementara itu, subsektor konstruksi berada di posisi berikutnya dengan 73 proyek yang terealisasi selama triwulan pertama tahun ini.
Karel menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat yang terus meningkat serta peluang usaha yang terbuka di sektor jasa. Karena bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari warga, sektor tersier dinilai memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah.
“Sektor tersier sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat. Ketika sektor ini tumbuh, maka dampaknya juga akan dirasakan secara langsung oleh pelaku usaha kecil, menengah, maupun masyarakat secara umum,” jelasnya.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, DPMPTSP Bontang terus berupaya memberikan kemudahan pelayanan perizinan dan pendampingan kepada pelaku usaha. Langkah itu dilakukan agar iklim investasi di Kota Bontang tetap kondusif dan mampu mendorong lahirnya lebih banyak kegiatan usaha produktif.
“Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah dan cepat agar masyarakat maupun investor semakin nyaman dalam menjalankan usahanya di Bontang,” tutup Karel. (adv/dpmptspbontang/cha/uci)
Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi