Pemprov Kaltim alokasikan anggaran sebesar Rp2,7 miliar untuk pengendalian PMK pada hewan ternak tahun 2023. Guna mengantisipasi PMK pada ternak yang ada di Kaltim.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim. Terlebih, memasuki bulan Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 2023. Ketika kebutuhan akan daging sapi alami peningkatan.
Untuk tahun ini saja, Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan, pihaknya menggelontorkan anggaran sekira Rp2,7 miliar untuk pengendalian PMK. Hal ini menunjukkan begitu seriusnya perhatian pemprov demi kesehatan dan keamanan masyarakat.
“Meski saat ini Kaltim sudah zero case atau tidak ada lagi kasus PMK. Namun, kita tetap harus waspada. Karena itu, pengendalian PMK harus dilakukan, khususnya tahun ini,” tegasnya.
Menurutnya, kewaspadaan tetap harus dipertahakankan guna pengendalian PMK. Khususnya, saat kebutuhan akan daging sapi meningkat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Berkenaan dengan itu, Pemprov Kaltim juga telah mendapatkan vaksin PMK sebanyak 74.800 dosis. Saat ini, vaksin tersebut telah terealisasi sebanyak 80 persen.
“Saya minta ini harus dikendalikan dengan maksimal. Sesuai anggaran yang tersedia,” pesannya.
Anggaran Rp2,7 Miliar untuk Antisipasi Penyebaran PMK di Kaltim
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Fahmi Himawan menejaskan, alokasi anggaran Rp2,7 miliar diperuntukkan bagi pelaksanaan fasilitas pendukung. Seperti, optimalisasi reproduksi, penandaan hewan dan vaksinasi PMK. Serta, gangway dan kandang jepit.
Kemudian, pengadaan hijauan pakan ternak dalam rangka penguat kondisi ternak. Yang terdampak PMK di sejumlah titik di Kaltim.
Selain itu, pihaknya juga memastikan, melakukan pendampingan dan pengawalan kegiatan penandaan dan pendataan hewan terdampak PMK. Pengadaan sarana penunjang kegiatan vaksinasi PKM di lapangan.
Pemberian obat-obatan dan vitamin. Pun edukasi PMK ke kelompok ternak dan pihak lainnya. Serta, pemberian kompensasi dan bantuan dalam keadaan tertentu.
“Yang jelas, di 2023 tetap dilaksanakan vaksinasi secara berkelanjutan. Dengan tujuan untuk membentuk kekebalan individual hewan ternak. Harapannya, herd immunity tahun ini tercapai 80 persen,” jelasnya. (adv/diskominfokaltim/jay/yans)
Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari