Kaltim.kurasi.id, Penajam – Pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sempat terkendala ketiadaan anggaran khusus. Namun, kegiatan yang diikuti sekitar 270 peserta itu akhirnya dapat terlaksana setelah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU mengoptimalkan sisa alokasi anggaran yang tersedia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora PPU, Muhtar, mengungkapkan bahwa dukungan Bupati PPU Mudyat Noor menjadi salah satu faktor yang mendorong penyelenggaraan ajang tersebut. Porsenijar tingkat kabupaten itu resmi dibuka di Halaman Dome Penajam, Selasa (20/10/2026).
Muhtar mengatakan, sekitar tiga minggu sebelum pelaksanaan, bupati memanggilnya untuk membahas belum tersedianya anggaran kegiatan tersebut. Setelah mendapat arahan, Disdikpora mencari peluang pembiayaan melalui optimalisasi anggaran yang ada.
“Perlu kami sampaikan kepada rekan-rekan sekalian bahwa pelaksanaan kegiatan Porsenijar ini awalnya anggarannya tidak ada. Tetapi sekitar tiga minggu yang lalu, saya dipanggil langsung oleh pak bupati di ruang kerjanya. Beliau menanyakan kenapa anggaran Porsenijar guru belum ada dan meminta saya untuk membantu memfasilitasinya,” ungkap Muhtar.
Ia menjelaskan, disdikpora kemudian melakukan inventarisasi dan efisiensi terhadap sejumlah alokasi kegiatan. Upaya tersebut memungkinkan Porsenijar tingkat kabupaten tetap digelar sesuai rencana.
“Alhamdulillah, setelah kita sisihkan dan optimalkan dari beberapa sisa alokasi kegiatan yang ada, Porsenijar tingkat kabupaten ini bisa terselenggara dengan lancar seperti yang kita lihat hari ini,” lanjutnya.
Porsenijar PGRI PPU Diikuti 270 Atlet
Porsenijar tahun ini diikuti sekitar 270 atlet dan peserta yang merupakan perwakilan hasil seleksi di empat kecamatan di PPU. Seleksi tersebut telah dilaksanakan sekitar dua minggu sebelum kegiatan tingkat kabupaten dimulai.
Para peserta akan bersaing untuk mendapatkan kesempatan mewakili PPU dalam Porsenijar tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser.
Menurut Muhtar, Porsenijar bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah bagi para guru untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas di luar aktivitas mengajar. Antusiasme peserta, kata dia, menunjukkan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda yang dinantikan kalangan pendidik.
“Kawan-kawan guru ini kalau sudah bertemu di ajang Porsenijar pasti serba heboh dan antusias. Ini adalah bentuk aktualisasi diri yang sangat positif setelah sehari-hari disibukkan dengan tugas mengajar anak-anak sekolah,” ujarnya.
Selain mendukung pelaksanaan Porsenijar tingkat kabupaten dan provinsi, Pemkab PPU juga memberikan dukungan pembiayaan untuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI yang direncanakan diisi dengan upacara bendera di halaman Kantor Bupati.
Muhtar pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati PPU atas dukungan terhadap kegiatan yang menjadi ruang aktualisasi bagi para guru tersebut.
“Sekali lagi terima kasih kepada bapak bupati atas kepedulian yang luar biasa kepada para guru di PPU,” tutupnya. (adv/diskominfoppu/dv)
Editor: Devi Nila Sari