Bupati Mahulu Bonafasius Ingin Bangun Ketahanan Pangan Lewat Pemanfaatan Lahan Kering untuk Pertanian

kaltim_akurasi

Bupati Mahulu Bonafasius berupaya mewujudkan ketahanan pangan masyarakat lewat program pemanfaatan lahan kering untuk pertanian padi. Di Kampung Long Pahangai I misalnya, setidaknya sudah ada 10 hektare lahan padi kering yang sudah panen raya.

Kaltim.akurasi.id, Mahakam Ulu – Membangun ketahanan pangan kini terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) di bawah kepemimpinan Bonafasius Belawan Geh. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat salah satu barometernya berada pada bagaimana ketahanan pangan dapat diwujudkan.

Untuk mencapai ketahanan pangan itu, Bonafasius mendorong agar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu serius meningkatkan program pertanian. Antara lain, dengan pembangunan pertanian dengan pemanfaatan lahan kering untuk pertanian padi.

“Ketahanan pangan ini penting. Ketahanan pangan identik dengan kecukupan pangan, khususnya beras. Dan inilah kegiatan yang sedang kami laksanakan,” ucap Bupati Mahulu Bonafasius belum lama ini sebagaimana melansir dari website Pemkab Mahulu.

Ada banyak alasan mengapa Bonafasius serius mengembangkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan kering. Salah satunya, pada Maret 2023, Bonafasius membuktikan pemanfaatan lahan kering untuk pertanian padi sangat efektif di Mahulu. Hal ini terbukti dari panen raya padi lahan kering seluas 10 hektare di Kampung Long Pahangai I, Kecamatan Long Pahangai.

Bonifasius menuturkan, program ketahanan pangan (ketapang) dapat dimulai dari mencukupi kebutuhan keluarga akan bahan pokok khususnya beras. “Kita harus berusaha agar kebutuhan pangan kita, ladang, padi kita cukup untuk makan minimal satu tahun. Kelebihan hasil panen dapat dijual dan menghasilkan uang. Bagaimana kita bisa mencapai itu, tentunya yang utama adalah kerja sama,” katanya.

Pemkab Mahulu Siap Berikan Stimulan Wujudkan Ketahanan Pangan Masyarakat

Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh mengutarakan, agar panen raya dapat terus dilakukan secara berkelanjutan adalah dengan memanfaatkan sebaik-baiknya lahan kering 10 hektar. Termasuk keberadaan dana stimulan, bibit padi, hingga alat bantu pertanian yang telah diberikan pemerintah melalui DKPP Mahulu.

Selain itu juga, BUMK dapat mengatur tata kelola hasil panen sebagai bibit pada masa tanam di tahun berikutnya. Juga menyesuaikan harga jual beras agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Untuk itu kita kerja sama sekarang ini. Petani membuka lahannya mendapatkan dukungan Pak Petinggi, tokoh masyarakat, dan pengurus kampung. Termasuk Pak Camat mendorong petani membuka lahan. Pemerintah memberikan stimulan seperti biaya tanam, alat pertanian. BUMK mengatur tata kelolanya yang baik, sehingga terasa manfaatnya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Kepala DKPP Saripudin menyampaikan, jika DKPP berkomitmen mendorong program ketahanan pangan di Mahulu. Tujuan tidak lain guna mencukupi ketersediaan pangan khususnya beras dan menjaga stabilitas ketersediaan pangan.

“Dalam rangka ketahanan pangan, saya mengajak masyarakat dan kelompok tani harus sepakat, program ini diteruskan dan dikerjakan lebih serius,” imbuhnya. (adv/diskominfokaltim/len/td/drh)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana