Anhar Sarankan Pemkot Samarinda Gusur Marimar dan Lampion Garden

Devi Nila Sari
138 Views

Dewan sarankan Pemkot Samarinda gusur Marimar dan Mahakam Lampion Garden. Kemudian menggantinya dengan ruang terbuka hijau untuk umum.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Keberadaan Mahakam Lampion Garden dan Marimar di Tepian Mahakam tampaknya belum mampu memberikan kontribusi yang memadai untuk pemerintah kota (pemkot).

Pasalnya, kehadiran dua tempat ikonik Kota Tepian ini dinilai justru menimbulkan sejumlah masalah, dibandingkan memberikan benefit bagi Pemkot Samarinda.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Anhar menyarankan, agar penggusuran dilakukan di kawasan tersebut. Hal ini ia utarakan bukan tanpa alasan.

Menurutnya, akan lebih baik jika kawasan tersebut di tata ulang menjadi ruang publik seperti Teras Samarinda, daripada tidak memberikan benefit. Apalagi posisinya yang strategis dan sama terletak di pinggiran Sungai Mahakam.

“Saya justru menyarankan Marimar dan Lampion digusur saja, lalu dikelola kembali seperti Teras Mahakam. Dibuat Teras Mahakam 1, Teras Mahakam 2, Teras Mahakam 3. Itu lebih baik, daripada dikelola pihak ketiga yang terbukti tidak efektif,” terangnya saat diwawancarai oleh awak media di Samarinda, belum lama ini.

Marimar dan Mahakam Lampion Garden Tinggalkan Utang

Ia membeberkan, salah satu masalah yang timbul dari pengelola tempat tersebut yakni utang yang tidak terbayar. Hal ini membuat pemerintah kota dalam posisi dilematis.

Pasalnya, pihak ketiga disebut tidak mau membayar utang. Namun, apabila dibiarkan justru menjadikan utang tersebut semakin bertumpuk. Dengan kondisi tersebut, ia menilai jika pembuatan kedua tempat tersebut adalah sebuah kesalahan di masa lalu.

Anhar menilai bahwa konsep Teras Mahakam, yang memberikan akses terbuka bagi masyarakat dengan biaya terjangkau, jauh lebih baik dibandingkan kawasan seperti Lampion Garden yang terkesan eksklusif, karena dipagari dan dikomersialkan secara permanen.

“Teras Mahakam terbuka untuk semua warga. Siapa pun bisa masuk, hanya bayar parkir. Kalau ada acara seperti talk show atau event lainnya, baru ada biaya tambahan. Konsep ini jelas lebih ramah masyarakat,” pungkasnya. (Adv/dprdsamarinda/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana