Kematian Affan Kurniawan dan Demo 28 Agustus, Warganet Kembali Ramai Gunakan Istilah ACAB dan 1312, Apa Artinya?
Kaltim.akurasi.id – Aksi demonstrasi yang terjadi serentak di berbagai kota pada 28 Agustus 2025, setelah kematian Affan Kurniawan, memicu warganet menggaungkan kembali istilah ACAB dan kode angka 1312. Istilah ini tidak hanya muncul di media sosial, tetapi juga terlihat dalam aksi vandalisme di sejumlah sudut kota. Lantas, apa sebenarnya makna ACAB dan 1312?
Asal Usul ACAB dan 1312
ACAB merupakan singkatan dari frasa berbahasa Inggris All Cops Are Bastards, yang secara kasar dapat diterjemahkan sebagai “Semua Polisi Bajingan”. Ungkapan ini sering ditulis pula dalam bentuk angka 1312, merujuk pada urutan alfabet huruf A (1), C (3), A (1), dan B (2).
Meski terdengar kasar, ACAB bukan sekadar makian. Istilah ini lahir sebagai simbol kritik sosial terhadap institusi kepolisian yang dianggap penuh masalah, bias kelas, hingga kerap bertindak represif.
Dari Inggris 1920-an hingga Subkultur Punk
Jejak sejarah ACAB tercatat sejak 1920-an di Inggris dengan frasa All Coppers Are Bastards. Saat itu, masyarakat kelas pekerja menggunakan ungkapan tersebut untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap aparat yang dianggap tidak adil.
Baca Juga
Popularitas ACAB semakin meluas pada era 1970–1980-an, ketika subkultur punk tumbuh pesat di Inggris. Melalui musik dan lirik penuh kritik politik, istilah ini kian melekat sebagai slogan perlawanan. Salah satu yang memperkuat penyebarannya adalah lagu “A.C.A.B” dari band The 4-Skins.
Menjadi Simbol Global Perlawanan
Seiring waktu, ACAB tidak lagi terbatas di kalangan punk. Coretan grafiti dengan tulisan ACAB maupun 1312 muncul di berbagai kota dunia sebagai simbol perlawanan terhadap otoritas kepolisian.
Momentum baru muncul setelah kasus kematian George Floyd di Amerika Serikat pada 2020. Gelombang protes anti-kekerasan polisi menjadikan ACAB sebagai simbol internasional. Di media sosial, istilah ini viral dan digunakan jutaan orang sebagai wujud solidaritas melawan ketidakadilan.
Kini, di tengah gelombang protes di Indonesia usai kematian Affan Kurniawan, istilah ACAB dan 1312 kembali ramai digunakan. Bagi banyak pihak, ungkapan ini bukan sekadar makian, melainkan penanda ketidakpuasan publik terhadap sistem hukum dan aparat penegak hukum. (*)
Penulis: Redaksi Akurasi.id