Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Atmosfer Festival Yupa di Kecamatan Muara Kaman semakin semarak dengan kehadiran Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Kutai Kartanegara (KORMI Kukar). Berbagai atraksi olahraga tradisional ditampilkan dihalaman Museum Yupa, menghadirkan warna berbeda dalam agenda budaya tahunan.
Ketua KORMI Kukar, Lukman mengatakan, undangan dari panitia festival menjadi momentum penting bagi Kormi untuk menunjukkan kekayaan olahraga tradisional kepada masyarakat luas.
“Panitia memberi ruang kepada Kormi untuk mengisi atraksi di halaman museum. Kesempatan ini langsung kami manfaatkan,” kata Lukman.
Beberapa Inorga terbaik diturunkan, termasuk tim Portina yang sebelumnya berhasil meraih prestasi di ajang nasional di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Dari Portina, insyaallah yang tampil adalah teman-teman yang kemarin juara di NTB, baik untuk enggrang maupun lari balok,” jelasnya.
Untuk atraksi lari balok, Lukman menyebut ada sekitar empat atlet yang siap tampil di hadapan pengunjung festival. Pihaknya juga tengah berkoordinasi untuk menambah atraksi lain agar penampilan semakin meriah.
“Kami mencoba menghadirkan tambahan atraksi seperti gasing dan sumpitan, tinggal menyesuaikan kesiapan pengurus lainnya,” tambahnya.
Menurut Lukman, keterlibatan dalam Festival Yupa bukan sekadar hiburan panggung, tapi bagian dari strategi memasyarakatkan olahraga tradisional agar semakin dikenal dan diminati generasi muda.
Festival Yupa dinilai menjadi panggung tepat untuk memperkenalkan ragam olahraga budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas lokal. Melalui atraksi langsung, Kormi ingin masyarakat melihat bahwa olahraga tradisional dapat dikemas kompetitif dan menarik.
“Kalau hari ini kita tampilkan senam, enggrang, lari balok, gasing, atau sumpitan, itu bukan hanya tontonan, tapi pesan bahwa olahraga tradisional tetap hidup dan tidak boleh hilang oleh zaman,” pungkasnya. (adv/disporakukar/cor)
Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari