Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – SMA Negeri 1 Tenggarong Seberang terus mematangkan langkahnya dalam memenuhi kriteria penilaian Sekolah Adiwiyata melalui aksi nyata pengelolaan lingkungan. Bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 3 Provinsi Kaltim dan didukung penuh oleh program Pama Safe School dari PT Pamapersada Nusantara Distrik Baya (Pama Baya) serta PT KMIA, sekolah ini menggelar pelatihan kewirausahaan berbasis daur ulang sampah yang melibatkan seluruh elemen guru dan siswa.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari desain besar kurikulum berbasis lingkungan untuk menciptakan budaya sekolah yang bersih, sehat, dan mandiri. Dengan menghadirkan Komunitas Gerakan Literasi Kutai, para peserta diajak mengubah limbah plastik dan kertas menjadi produk bernilai ekonomis tinggi, yang menjadi salah satu poin krusial dalam instrumen penilaian Adiwiyata, yakni inovasi pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat sekolah.
Kepala SMA Negeri 1 Tenggarong Seberang, I Wayan Arsa, menegaskan bahwa target menjadi Sekolah Adiwiyata adalah komitmen jangka panjang. Dia menyebut pihaknya tidak hanya mengejar predikat Adiwiyata secara administratif, tetapi ingin membangun karakter warga sekolah yang peduli lingkungan.
“Pelatihan ini adalah fondasi penting bagi kami. Melalui kewirausahaan daur ulang, siswa belajar bahwa sampah yang dikelola dengan kreativitas dapat menjadi aset ekonomi, sekaligus memenuhi standar sekolah berwawasan lingkungan yang diakui pemerintah,” jelas I Wayan Arsa.
Sementara itu, CSR Officer Pama Baya, Edwan Akhrizani, menambahkan bahwa dukungan Pama Baya melalui pilar Pama Safe School merupakan bentuk asistensi berkelanjutan bagi mitra pendidikan. Pihaknya melihat potensi besar di SMAN 1 Tenggarong Seberang untuk meraih prestasi Adiwiyata. Oleh karena itu, Pama Baya hadir untuk memberikan alat dan pengetahuan agar pengelolaan sampah di sini naik kelas ke arah kewirausahaan.
Baca Juga
“Kami ingin sekolah ini menjadi role model bagi sekolah lain di Kutai Kartanegara dalam hal kemandirian lingkungan dan keselamatan warga sekolah,” tutur Edwan.
Senada, CSR PT KMIA, Sutikno, menyatakan bahwa kolaborasi lintas perusahaan ini bertujuan mempercepat pencapaian standar lingkungan sekolah. Kata dia, dukungan PT KMIA dalam pelatihan ini difokuskan pada pengembangan inovasi produk. Pihaknya berharap hasil daur ulang karya siswa ini memiliki kualitas yang layak jual, sehingga indikator pemberdayaan dalam penilaian Adiwiyata dapat terpenuhi dengan maksimal.
“Sinergi ini adalah bukti bahwa dunia industri peduli pada kualitas pendidikan hijau di daerah,” pungkas Sutikno. (adv/pamabaya)
Baca Juga
Penulis: Pewarta
Editor: Suci Surya Dewi
