Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Inspektorat Samarinda mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp1 miliar dari APBD 2025 untuk pembangunan lahan parkir di lingkungan kantornya. Proyek ini disebut telah melalui kajian teknis dan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Samarinda, Firdaus Akbar, menjelaskan bahwa besaran anggaran tersebut berada di kisaran lebih dari Rp1 miliar. Ia sekaligus membantah angka Rp2,8 miliar yang sempat beredar di publik.
“Untuk anggarannya kalau tidak salah Rp1 miliar, sesuai hasil kajian teknis. Angka Rp2,8 miliar itu tidak sesuai dengan yang sebenarnya,” bebernya.
Firdaus menyebut, pembangunan lahan parkir ini sebenarnya telah direncanakan sejak 2022. Namun, realisasinya sempat tertunda akibat keterbatasan anggaran di tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), sehingga baru dapat dianggarkan pada 2025.
Dari sisi pelaksanaan, proyek tersebut juga telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan sesuai. Bahkan, tingkat kesesuaiannya disebut mencapai di atas 90 persen berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan.
Firdaus menyebut, kebutuhan perluasan lahan parkir, didasarkan pada meningkatnya aktivitas di lingkungan kantor Inspektorat serta instansi di sekitarnya.
“Secara teknis, pembangunan dilakukan sesuai standar, menggunakan konstruksi cor beton yang dilapisi aspal, sebagaimana ketentuan fasilitas parkir perkantoran,” tegasnya.
Selain memenuhi kebutuhan internal, pengembangan lahan parkir ini juga menjadi bagian dari rencana penataan kawasan Balai Kota Samarinda dengan konsep parkir terintegrasi.
Terlebih, disekitar kantor Inspektorat sendiri terdapat sejumlah instansi dengan aktivitas tinggi, seperti Bapperida dan BPKAD. Karena itu, keberadaan lahan parkir yang lebih luas diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan, termasuk di ruas jalan sekitar yang relatif sempit.
“Melalui konsep tersebut, area parkir di lingkungan perkantoran dapat digunakan secara bersama oleh berbagai instansi,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari