Aliansi Rakyat Kaltim Ancam Aksi Lebih Besar, Desak DPRD Pakai Hak Angket

Desakan kian mengeras. Jika tuntutan tak direspons, massa memastikan gelombang aksi berikutnya akan lebih besar dari sebelumnya.
Fajri
By
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Aliansi Rakyat Kalimantan Timur kembali menggelar aksi bertajuk “pencerdasan publik” di tiga titik strategis Kota Samarinda, Rabu (29/4/2026). Aksi tersebut berlangsung di Simpang Lembuswana, Simpang Hotel Mesra, dan kawasan Samarinda Seberang.

Jenderal Lapangan (Jendlap) Aliansi Rakyat Kaltim, Wira Saguna, menyebut kegiatan ini merupakan bentuk lanjutan pengawalan terhadap tuntutan yang sebelumnya disampaikan dalam aksi unjuk rasa pada 21 April 2026.

“Kami ingin memastikan tuntutan itu terus dikawal. Sekaligus membangun kesadaran publik agar desakan ini tidak berhenti,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, aliansi kembali menegaskan tiga tuntutan utama. Pertama, audit menyeluruh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Kedua, penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ketiga, mendesak DPRD Kaltim memaksimalkan fungsi pengawasan melalui penggunaan hak interpelasi dan hak angket.

Wira menegaskan, dari ketiga tuntutan tersebut, penggunaan hak angket menjadi fokus utama yang didorong kepada DPRD Kaltim.

“Yang paling kami tekankan adalah pelaksanaan hak angket oleh DPRD Kaltim,” katanya.

Menurutnya, dorongan tersebut dilatarbelakangi kondisi yang dinilai semakin memprihatinkan di Kalimantan Timur, terlebih di tengah sorotan publik nasional terhadap berbagai kebijakan pemerintah daerah.

Ia juga menyoroti pola respons Pemprov Kaltim yang dinilai berulang dalam menyikapi kritik publik.

“Polanya selalu sama, mulai dari membantah, menghindar, lalu menghilang,” tegasnya.

Wira menegaskan, pihaknya tidak lagi membutuhkan klarifikasi dari pemerintah, melainkan tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

“Kami tidak butuh klarifikasi, tapi tanggung jawab konkret,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, gelombang aksi berpotensi membesar jika tuntutan tidak direspons secara serius oleh pihak terkait.

“Kalau ini tidak dipenuhi, saya jamin massa akan turun lebih banyak dan lebih besar dari aksi 21 April kemarin,” jelasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana