Setahun Berjalan, Program MBG Belum Terbukti Turunkan Stunting di Samarinda

Dinkes Samarinda menilai setahun Program MBG berjalan belum dapat disimpulkan memberikan dampak langsung terhadap penurunan angka stunting. Pasalnya, sasaran program selama ini lebih banyak menyasar anak-anak usia sekolah.
Devi Nila Sari
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, SamarindaProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan lebih dari satu tahun di Samarinda dinilai belum dapat disimpulkan memberikan dampak langsung terhadap penurunan angka stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih menyebut, hingga saat ini evaluasi mengenai pengaruh MBG terhadap penurunan stunting masih membutuhkan waktu. Pasalnya, sasaran program selama ini lebih banyak menyasar anak-anak usia sekolah, sementara kelompok yang paling berisiko mengalami stunting baru belakangan menjadi fokus utama pelaksanaan program.

“Selama ini penerima manfaat MBG masih didominasi anak sekolah. Baru beberapa waktu terakhir sasaran mulai diarahkan kepada kelompok 3B, yakni balita, bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui. Karena itu, dampaknya terhadap penurunan stunting belum bisa disimpulkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kelompok 3B merupakan sasaran yang memiliki keterkaitan langsung dengan upaya pencegahan stunting. Oleh sebab itu, efektivitas program baru dapat dinilai setelah pelaksanaannya berjalan dalam kurun waktu tertentu dan dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

Meski demikian, Ismed mengungkapkan, bahwa kondisi stunting di Samarinda menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan data aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di Samarinda pada 2025 berada di kisaran 17 persen.

Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang masih berada di atas 20 persen. Penurunan ini dinilai sebagai indikator positif dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam percepatan penanganan stunting, mulai dari intervensi gizi, layanan kesehatan ibu dan anak, hingga penguatan edukasi kepada masyarakat

Ismid menambahkan, capaian tersebut juga telah melampaui target nasional yang mengharapkan prevalensi stunting berada di bawah 21 persen.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh program yang berkaitan dengan penanganan stunting, termasuk MBG, agar angka stunting dapat terus ditekan secara berkelanjutan,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana