Sungai Mahakam Dangkal, 1.500 Paket Sembako Gerindra Kaltim Dikirim ke Ujung Hulu

Kemarau membuat Sungai Mahakam menyusut dan jalur distribusi ke wilayah hulu tersendat. Kondisi ini mendorong Gerindra Kaltim mengirim 1.500 paket sembako untuk warga Long Pahangai dan Long Apari, dengan perjalanan bantuan harus berganti moda dari truk, kendaraan kecil, hingga ketinting.
Fajri
By
4.2K Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Perjalanan 1.500 paket sembako menuju wilayah hulu Mahakam Ulu tidaklah mudah. Bantuan yang diberangkatkan dari Samarinda harus berganti kendaraan beberapa kali sebelum mencapai masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

Dari Samarinda, bantuan diangkut menggunakan dua truk. Setibanya di Ujoh Bilang, seluruh muatan akan dipindahkan ke kendaraan yang lebih kecil untuk melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.

Perjalanan kemudian dilanjutkan sejauh akses darat masih memungkinkan. Setelah itu, bantuan kembali harus dipindahkan ke ketinting untuk menyusuri Sungai Mahakam menuju wilayah hulu.

Kondisi tersebut terjadi karena musim kemarau membuat debit Sungai Mahakam menyusut. Di sejumlah titik, kedalaman air disebut hanya sedikit di atas lutut sehingga kapal berukuran besar tidak dapat beroperasi seperti biasanya.

Akibatnya, distribusi bahan kebutuhan pokok ke wilayah hulu Mahakam Ulu ikut terganggu, terutama di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

Kondisi tersebut mendorong Partai Gerindra Kalimantan Timur mengirimkan 1.500 paket sembako bagi masyarakat di dua kecamatan tersebut.

Bantuan dilepas Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim yang juga Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dari Kantor DPD Partai Gerindra Kaltim di Samarinda, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.

Wakil Ketua I DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra, Ekti Imanuel, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian partai terhadap masyarakat Mahakam Ulu yang tengah mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pokok.

“Mahakam Ulu ini seperti yang beberapa minggu yang lalu sudah kami bantu juga terkait dengan pangan, ketahanan pangan dan yang lain-lainnya,” kata Ekti saat dihubungi Arusbawah.co, Jumat (28/8/2026).

Menurut legislator daerah pemilihan Mahakam Ulu-Kutai Barat tersebut, Gerindra kali ini kembali memberikan bantuan dalam bentuk paket sembako gratis.

“Kita dari Gerindra baru saja melepas bantuan juga berupa sembako gratis,” ujarnya.

Sembako Langka akibat Sungai Menyusut

Ekti mengatakan persoalan pasokan pangan di Mahakam Ulu sangat berkaitan dengan kondisi geografis dan musim.

Saat musim kemarau, penyusutan debit sungai berdampak langsung terhadap distribusi kebutuhan pokok. Kondisi tersebut terutama dirasakan masyarakat di Long Pahangai dan Long Apari.

“Memang terkait Kabupaten Mahakam Ulu ini ada dua musim. Kalau musim kemarau seperti sekarang ini, tentu sembako sangat langka karena air dangkal atau mengecil,” kata Ekti.

Ia menyebut Long Apari sebagai salah satu wilayah yang paling sulit dijangkau.

“Ini dua kecamatan, yaitu Long Apari sama Long Pahangai. Long Apari itu paling ujung,” ujarnya.

Dari Long Bagun menuju Long Pahangai, misalnya, jaraknya melalui jalur darat sekitar 100 kilometer. Namun, saat musim kemarau, jalur sungai tidak lagi dapat diandalkan untuk angkutan berukuran besar seperti longboat dan speedboat.

“Dari Long Bagun ke Long Pahangai itu jalan darat 100 kilometer. Dari Long Bagun ke Long Pahangai kalau musim kemarau begini, mana ada longboat. Speedboat enggak bisa lewat. Tentu harus jalan darat,” kata Ekti.

Persoalan juga muncul di jalur darat karena akses menuju wilayah hulu masih terbatas.

“Jalan darat juga sangat terisolir masa sekarang ini,” ujarnya.

Menurut Ekti, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan bantuan bukan hanya menyangkut jumlah barang yang disalurkan, tetapi juga akses distribusinya.

“Bagaimanapun besarnya bantuan beras, bantuan LPG, dan segala macam, kalau akses untuk mendistribusikannya tidak ada, susah,” katanya.

Gerindra Kaltim Patungan Kumpulkan Bantuan

Ekti menjelaskan, bantuan 1.500 paket sembako tersebut dihimpun dari jajaran Partai Gerindra di Kalimantan Timur.

Penggalangan dana telah dilakukan sekitar satu bulan. Dana berasal dari pengurus DPD Gerindra Kaltim, DPC Gerindra kabupaten/kota, kader partai, serta anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari Fraksi Gerindra.

“Penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara kita di Mahakam Ulu sudah dilakukan sekitar satu bulan ini,” beber Ekti.

Menurutnya, pengumpulan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji.

“Dari Partai Gerindra itu ada arahan dari Pak Wakil Gubernur sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kaltim, menginstruksikan untuk membantu,” kata Ekti.

Arahan tersebut kemudian diikuti jajaran Gerindra di berbagai tingkatan.

“Sehingga terkumpullah dari seluruh anggota DPD kabupaten/kota dan Provinsi Kaltim,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Ekti, donasi dari kader, pengurus, dan anggota DPRD Gerindra mencapai sekitar Rp113 juta. Selain itu, terdapat bantuan dari pihak ketiga atau perusahaan sekitar Rp40 juta.

Jika digabungkan, total dana yang terkumpul disebut mencapai sekitar Rp153,2 juta.

Dana tersebut digunakan untuk pengadaan 1.500 paket sembako sekaligus kebutuhan pengangkutan bantuan menuju Mahakam Ulu.

Sementara total kebutuhan atau pengeluaran disebut mencapai sekitar Rp173 juta. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp19,8 juta antara dana yang terkumpul dan kebutuhan pengeluaran.

Ekti mengatakan kekurangan tersebut akan ditutupi karena pengiriman bantuan merupakan bagian dari kegiatan kemanusiaan.

Sebanyak 1.500 paket sembako diberangkatkan menggunakan dua truk dari Samarinda. Setiap paket terdiri atas lima kilogram beras, satu kilogram gula, dan satu liter minyak goreng.

Dengan komposisi tersebut, bantuan yang dikirim terdiri atas:

  • 7.500 kilogram atau 7,5 ton beras;
  • 1.500 kilogram atau 1,5 ton gula; dan
  • 1.500 liter minyak goreng.

Secara keseluruhan, total berat bantuan diperkirakan sekitar 11 ton.

Paket tersebut disiapkan untuk sekitar 1.500 kepala keluarga di Long Pahangai dan Long Apari yang menjadi sasaran bantuan. Sementara jumlah kepala keluarga di wilayah sasaran yang lebih luas disebut mencapai sekitar 2.000 KK.

Ekti menegaskan, Long Pahangai dan Long Apari menjadi fokus utama pengiriman bantuan.

“Tentu kita sangat prihatin terhadap saudara kita di Mahakam Ulu, terutama dua kecamatan itu yaitu Long Pahangai dan Long Apari, karena terkait dengan sembako mereka sangat membutuhkan sekarang,” ujarnya.

Bantuan Dilepas Seno Aji dari Samarinda

Dua truk pengangkut bantuan diberangkatkan dari halaman Kantor DPD Partai Gerindra Kaltim di Samarinda.

Ekti mengatakan Seno Aji melepas langsung keberangkatan bantuan tersebut sekitar pukul 15.00 WITA.

“Baru dilepas keberangkatannya ke Mahakam Ulu oleh Pak Ketua DPD dan juga Wakil Gubernur, Pak Seno Aji. Kita sama-sama melepas tadi,” lanjutnya.

Dari Samarinda, perjalanan menuju Ujoh Bilang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari.

Setibanya di Ujoh Bilang, bantuan tidak lagi menggunakan truk yang sama. Muatan akan dipindahkan ke kendaraan yang lebih kecil untuk melanjutkan perjalanan menuju Long Pahangai dan Long Apari.

“Semoga besok lusa sudah sampai di Ujoh Bilang. Kemudian diteruskan menggunakan mobil-mobil yang lebih kecil menuju ke Long Pahangai dan Long Apari,” kata Ekti.

Jalur Darat Dibantu Alat Berat

Perjalanan melalui jalur darat akan dimanfaatkan sejauh akses masih memungkinkan.Untuk membantu membuka akses, Pemerintah Provinsi Kaltim mengerahkan sejumlah alat berat, antara lain dozer, ekskavator, dan grader.

Jalur yang dibuka dari Long Bagun diarahkan menuju Long Pahangai dan ditargetkan dapat mendekati Long Pakaq.

Langkah tersebut diperlukan karena kondisi jalan menuju wilayah hulu masih terbatas. Setelah bantuan mencapai titik yang tidak lagi dapat dilalui kendaraan, muatan akan kembali dipindahkan.

Kali ini, paket sembako akan diangkut menggunakan ketinting untuk menyusuri sungai.Gudang penampungan bantuan juga telah disiapkan DPC Gerindra di Mahakam Ulu untuk menampung bantuan sebelum didistribusikan lebih lanjut kepada masyarakat.

Ketinting Hanya Mampu Membawa Sekitar 500 Kilogram

Ketinting menjadi salah satu moda transportasi penting dalam pengiriman bantuan menuju wilayah hulu.

Ekti mengatakan, satu ketinting hanya mampu membawa muatan sekitar 500 kilogram.“Di Hulu Mahakam itu hanya bisa dilalui oleh ketinting,” jelas Ekti.

Dengan total bantuan sekitar 11 ton, seluruh muatan tidak dapat diangkut sekaligus. Bantuan harus dibawa secara bertahap melalui beberapa perjalanan.

Dari titik terakhir yang dapat dijangkau kendaraan darat, perjalanan menggunakan ketinting menuju Long Apari diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua setengah jam.

Setelah bantuan mencapai Long Pahangai dan Long Pakaq, distribusi menuju Long Apari akan kembali dilakukan menggunakan ketinting dengan waktu tempuh sekitar dua setengah jam.

Pemkab dan Pemprov Juga Bergerak

Ekti menegaskan, bantuan Gerindra berjalan bersamaan dengan langkah yang dilakukan pemerintah daerah.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu telah melakukan sejumlah penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu juga sudah melakukan beberapa kegiatan seperti bantuan-bantuan sembako juga mereka lakukan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim juga menyiapkan bantuan bagi masyarakat Mahakam Ulu.Ekti mengatakan Gubernur Kaltim telah menginstruksikan dinas terkait untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk melalui bantuan beras dan LPG.

“Dari provinsi tentu adalah kebijakan Pak Gubernur untuk membantu Mahakam Ulu. Kemarin beliau sudah menginstruksikan lewat dinas terkait untuk membantu berupa beras dan LPG,” kata Ekti.

Penyaluran bantuan tersebut, lanjut dia, masih perlu dikoordinasikan agar tepat sasaran.

“Nanti kita berkoordinasi lagi dengan dinas terkait untuk penyaluran sembakonya yang tepat,” ujarnya.

Karena itu, Ekti menilai bantuan dari berbagai pihak perlu berjalan beriringan dengan penanganan pemerintah.

“Tentu kita beriringan dan bersinergi saja,” katanya.

Ekti: Jangan Hanya Menunggu Bantuan

Bagi Ekti, kondisi yang dialami masyarakat Mahakam Ulu menunjukkan pentingnya perhatian terhadap akses distribusi.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan ketika kondisi sudah sulit, tetapi juga membutuhkan solusi agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Ia sebelumnya mendorong adanya terobosan untuk menjaga ketersediaan pangan di wilayah hulu, salah satunya melalui pembangunan gudang pangan.

Menurut Ekti, kondisi musim di Mahakam Ulu merupakan persoalan yang harus diantisipasi. Saat musim hujan, masyarakat menghadapi risiko banjir. Sebaliknya, ketika kemarau, debit sungai menyusut dan transportasi terganggu.

“Karena kalau musim kemarau seperti ini, kalau musim hujan seperti ini, enggak bisa kita minta Mahakam Ulu itu musimnya separuh-separuh. Enggak bisa. Pasti akan kena dampak seperti ini,” ujarnya.

Karena persoalan tersebut terus berulang, ia meminta adanya langkah yang lebih jauh daripada sekadar penyaluran bantuan.

“Harus ada terobosan. Pemerintah Mahakam Ulu juga mempunyai ide-ide ke depan supaya masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari itu tidak terdampak lagi seperti ini,” kata Ekti.

Ekti Berharap Bantuan Meringankan Warga

Ekti mengatakan dirinya prihatin terhadap kondisi masyarakat Mahakam Ulu, khususnya warga Long Pahangai dan Long Apari yang tengah membutuhkan sembako.

Ia berharap bantuan yang dikirim Gerindra dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama distribusi bahan pokok masih menghadapi kendala akibat kondisi sungai.

“Tentu kita sangat prihatin terhadap saudara kita di Mahakam Ulu, terutama dua kecamatan itu yaitu Long Pahangai dan Long Apari, karena terkait dengan sembako mereka sangat membutuhkan sekarang,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Gerindra yang ikut mengumpulkan bantuan serta kepada Seno Aji yang menginisiasi pengiriman tersebut.

“Saya juga berterima kasih kepada seluruh fraksi kabupaten/kota dan Pak Wakil Gubernur sudah menginisiasi untuk bantuan ini,” ujar Ekti.

Menurutnya, ketika masyarakat berada dalam kondisi membutuhkan, partai politik juga perlu mengambil bagian untuk membantu.“Seperti saya bilang, tentu kita di partai politik selalu melihat saudara kita yang sangat membutuhkan, mesti kita harus membantu itu,” katanya.

Kini, 1.500 paket sembako tersebut menempuh perjalanan dari Samarinda menuju Mahakam Ulu.Setelah melalui Ujoh Bilang dan jalur darat, sebagian bantuan akan kembali dipindahkan ke ketinting untuk mencapai wilayah hulu.

Dengan kondisi Sungai Mahakam yang masih dangkal, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap agar paket sembako tersebut dapat sampai kepada sekitar 1.500 KK di Long Pahangai dan Long Apari.(*)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana