Hadapi El Nino Godzilla, Distan PPU Salurkan Bantuan Herbisida untuk Petani

Dinas Pertanian PPU menyalurkan bantuan herbisida dan pestisida untuk menghadapi ancaman El Nino Godzilla atau cuaca tidak menentu.
Devi Nila Sari
1.7K Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (Distan PPU), Kalimantan Timur, menyiapkan bantuan herbisida dan pestisida untuk menjaga tanaman pertanian menghadapi ancaman El Nino Godzilla.

Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PPU 2026 itu ditujukan kepada empat gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kecamatan Penajam, Waru, dan Babulu.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mengamankan tanaman petani di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami salurkan bantuan pestisida dalam rangka mengamankan tanaman padi,” ungkapnya.

Menurut Gunawan, perubahan pola cuaca menjadi perhatian pemerintah daerah karena dapat memengaruhi keberlangsungan usaha tani, terutama ketika tanaman memasuki fase pertumbuhan yang membutuhkan kondisi lingkungan sesuai.

Ancaman El Nino pada 2026 turut menjadi perhatian sektor pertanian di Kalimantan Timur. Kondisi kering berkepanjangan meningkatkan risiko kekurangan air bagi tanaman pangan, termasuk padi, sehingga pengelolaan lahan dan perlindungan tanaman menjadi bagian penting dalam menjaga produksi.

Gangguan terhadap pertumbuhan tanaman dapat berpengaruh terhadap hasil panen dan pendapatan. Karena itu, bantuan sarana pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) diharapkan membantu petani menangani masalah di lahan masing-masing.

Gunawan menjelaskan, dukungan yang disiapkan tidak hanya berupa herbisida. Dinas Pertanian PPU juga mengalokasikan pengadaan pestisida sebagai bagian dari persiapan menghadapi risiko gangguan tanaman pada musim tanam berikutnya.

Meski demikian, penggunaan bahan pengendali tersebut tetap perlu disesuaikan dengan jenis gangguan yang ditemukan di lapangan. Herbisida digunakan untuk mengendalikan gulma, sedangkan pestisida dapat digunakan untuk menangani organisme sasaran sesuai jenis produknya.

“Ketepatan penggunaan menjadi penting, agar perlindungan tanaman berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan maupun tanaman budidaya,” jelasnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan kelompok tani untuk menjaga kondisi pertanaman. Sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat gangguan selama musim tanam.

Selain penyediaan sarana pertanian, pemantauan kondisi tanaman dan pendampingan kepada petani juga diperlukan agar penanganan dilakukan sejak gejala gangguan mulai terlihat.

“Kami berupaya menjaga keberlangsungan produksi pertanian PPU di tengah tantangan perubahan iklim yang dapat memengaruhi kegiatan budidaya dan ketersediaan pangan,” pungkasnya. (adv/diskominfoppu/mz)

Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana