Operasi pasar gas elpiji 3 kilogram di Keluarahan Temindung Permai, Samarinda diserbu warga. Ratusan tabung gas ludes hanya hitungan jam.
Kaltim.akuraai.id, Samarinda – Ratusan warga Temindung, Kota Samarinda, Kalimantan Timur menyerbu halaman Kantor Kelurahan Temindung Permai. Demi mengantre tabung gas elpigi 3 kilogram yang dijual dengan harga Rp18 ribu melalui operasi pasar.
Hal ini dilakukan bukan tanpa sebab. Pasalnya, kelangkaan gas melon terjadi selama beberapa pekan di Ibu Kota Provinsi Kaltim ini. Akibat kelangkaan itu, harga tabung gas bahkan melambung tinggi hingga Rp65 ribu. Dari harga eceran tertinggi (HET) di agen Rp18 ribu.
Tak pelak, keberadaan operasi pasar yang menjual tabung gas melon dengan harga murah atau standar ini menjadi incaran warga. Antrean mengular pun tak terhindarkan. Saking antusiasnya, warga bahkan rela menunggu lebih awal, sebelum operasi pasar dibuka pada pukul 14.00 Wita.
Seperti yang disampaikan oleh Salasi, salah satu warga Kelurahan Temindung Permai. Ia mengaku, rela menunggu operasi pasar dibuka sejak pukul 13.00 Wita.
Bahkan, ia sampai membawa dua kartu keluarga (KK) demi mendapatkan dua gas melon. Namun sayang, aturan penyaluran hanya memperbolehkan pembelian tabung gas satu orang per KK. Alhasil, Salasi hanya bisa membawa pulang satu tabung gas.
“Saya bawa dua KK, tapi hanya boleh beli satu per KK. Karena persyaratan pembelian hanya boleh satu KTP per KK. Jadi, walaupun satu KK ada dua nama, tetap enggak boleh beli dua,” ujar Salasi usai memperoleh tabung gas melon yang saat ini tengah menjadi primadona di Kota Tepian, Selasa (11/6/2024).
Ia berharap, pemerintah terus mengadakan operasi pasar seperti ini. Sebab, dikatakannya, sampai saat ini gas melon murah masih sulit didapatkan. Kendati ada, namun harganya lebih mahal.
“Sebenarnya walaupun harganya Rp20 ribu, enggak masalah. Masih terjangkau. Sekarang di warung harganya rata-rata Rp35 ribu. Sudah mahal, langka pula,” imbuhnya.
Pertamina Siapkan 560 Buah Gas Melon untuk Operasi Pasar di Kelurahan Temindung Permai
Sekertaris Kelurahan Temindung Permai, Rizki Mandala mengaku, pihaknya sebenarnya baru mendapat informasi tentang kegiatan operasi pasar ini dari Pertamina kemarin. Kemudian, segera menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat setempat.
“Tabung gas diperuntukkan bagi warga Samarinda. Namun, diprioritaskan untuk warga Kelurahan Temindung. Untuk warga kelurahan lain bisa juga, tapi kami mengutamakan warga Temindung dulu,” ucap Rizki.
Meski informasi yang disebarkan terbilang mendadak, namun ia mengaku, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Gas melon yang banyak dicari inipun sudah habis 123 buah dalam waktu 40 menit. Dari stok awal yang disediakan sebanyak 560 buah, yang merupakan suplai dari beberapa agen di Samarinda.
“TIdak ada persyaratan khusus yang harus dibawa warga. Mereka hanya perlu mengantre sembari membawa foto copy KTP dan KK,” ujarnya.
Di tempat yang sama, agen penyuplai gas melon PT Surya Bakti Indah Lupita mengaku, operasi pasar ini pihaknya lakukan melalui arahan dari Pertamina. Dengan sasaran sejumlah wilayah di Kota Tepian.
“Setiap agen punya wilayah dan jadwal masing-masing yang sudah ditentukan oleh Pertamina. Untuk wilayah ini (Kelurahan Temindung Permai), satu kali. Mungkin besok di tempat lain, beda agen lagi,” jelasnya.
Ia mengatakan, jika sebanyak 560 tabung tersebut tidak habis di satu wilayah, maka akan dikembalikan ke pangkalan. Karena sistem penjualan menggunakan Merchant Apps Pangkalan (MAP) Pertamina.
“Kalaupun nanti ada sisa, maka dihitung dari penjualan Merchant berapa sisanya. Terus, dilanjutkan ke pangkalan lain,” terangnya.
Ditanya soal sebab kelangkaan gas melon, Lupita juga merasa heran kenapa hal ini bisa terjadi di Samarinda. Mengingat, stok selalu tersedia dan cukup.
“Nah itu yang mau kami gali, karena setiap agen stoknya selalu ada. Tidak kekurangan. Karena kan langsung dari Pertamina. Kami juga belum tahu apa penyebab kelangkaan ini,” tutupnya. (*)
Penulis: Dhion
Editor: Devi Nila Sari