Banjir di Guntung, Warga Sudah Terbiasa!

Fajri
By
148 Views

Banjir kiriman dari Sungai Teluk Pandan kembali merendam permukiman warga di Jalan Tari Enggang, Kelurahan Guntung. Drainase yang sempit dan tersumbat menjadi salah satu penyebab lambatnya surut air. 

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Air kiriman dari Sungai Teluk Pandan menyebabkan banjir di Kelurahan Guntung, khususnya di Jalan Tari Enggang. Hingga Rabu (5/3/2025) pukul 12.30 siang, ketinggian air mencapai betis orang dewasa.

Sumarji, warga RT 11, yang tinggal di sepanjang jalan tersebut, mengungkapkan bahwa banjir mulai menggenangi kawasan tersebut sejak Selasa (4/3/2025) malam setelah salat Isya. Menurutnya, tingginya intensitas hujan di hulu dan kondisi air pasang menyebabkan air sulit surut.

“Intensitas hujan tinggi di hulu pasti menyebabkan banjir. Ditambah ada air pasang sejak pagi, jadi air lambat turun,” ujarnya.

Sumarji menyebutkan bahwa banjir di wilayahnya sudah menjadi kejadian berulang setiap tahun. Ia berharap pemerintah bisa mencari solusi untuk mengatasi persoalan ini, seperti menambah penutup akses air agar genangan dapat diminimalisir.

“Sudah biasa kalau banjir, jadi harus cepat naikkan barang ke meja. Harapannya, ada tambahan tutup air di akses sungai,” tambahnya.

Senada dengan Sumarji, Sari, warga RT 04 di jalan yang sama, menilai bahwa perbaikan drainase sangat diperlukan. Ia menyebutkan bahwa saat ini hanya ada dua saluran drainase yang langsung mengarah ke sungai, sehingga air sulit mengalir dengan cepat ketika mulai surut.

“Kalau bisa dilebarkan, karena kalau ada sampah terbawa arus, drainase bisa mampet, air meluap, dan masuk ke rumah saya. Drainasenya juga perlu ditinggikan supaya terlihat, soalnya anak saya pernah hampir terseret arus saat itu,” ungkapnya.

Setip banjir, Ia harus bersihkan sampah tersebut agar saluran tersebut lancar dengan harapan agar air cepat surut. Sari bilang dia pernah mendengar dari pemberitaan media bahwa solusi atas banjir di wilayahnya seharusnya dengan membangun folder. Ia pun berharap gagasan tersebut dapat diwujudkan oleh pemerintah.

“Kalau itu benar(pembangungan folder) , semoga ada dan terealisasi. Kalau cuma mengurangi tapi dampaknya masih besar, tetap saja kami kesulitan. Harapannya, banjir di sini bisa tuntas,” katanya. (*)

Penulis : Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana