Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Aksi premanisme kembali terjadi di perairan Sungai Mahakam, Samarinda. Seorang anak buah kapal (ABK) TB Mahakam Indah menjadi korban pengeroyokan setelah menolak permintaan bahan bakar minyak (BBM) dari sekelompok pria yang datang menggunakan kapal ketinting.
Kasat Polairud Polresta Samarinda AKP Agus Setyawan mengatakan peristiwa itu terjadi saat TB Mahakam Indah melintas di perairan Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, pada Senin (29/6/2026).
“Saat kapal melintas, empat orang pria mendatangi kapal menggunakan kapal ketinting,” ujarnya saat konferensi pers di Samarinda, Rabu (15/7/2026).
Menurut Agus, keempat pria tersebut meminta BBM kepada awak kapal. Namun permintaan itu ditolak sehingga memicu keributan di atas kapal.
Akibatnya, salah seorang ABK menjadi korban pengeroyokan dan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.
AKP Agus mengatakan pengungkapan kasus tersebut tidak terlepas dari informasi yang disampaikan masyarakat dan media. Laporan yang beredar melalui grup WhatsApp maupun media sosial menjadi dasar bagi petugas untuk bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
“Setelah menerima informasi, tim langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan,” katanya.
Tidak lama setelah kejadian, Satpolairud Polresta Samarinda berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Polisi juga menyita sebuah kapal ces atau ketinting berwarna cokelat yang diduga digunakan para pelaku saat beraksi.
Keempat terduga pelaku masing-masing berinisial YDW, P alias O, A alias R, dan M alias A. Mereka kini menjalani proses hukum di Satpolairud Polresta Samarinda.
Para pelaku dijerat Pasal 262 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) karena diduga secara bersama-sama melakukan tindak kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum.
AKP Agus menegaskan kasus tersebut menjadi perhatian kepolisian karena aksi premanisme di alur Sungai Mahakam belakangan dinilai cukup sering terjadi.
Karena itu, Satpolairud bersama KP3 Polresta Samarinda akan mengintensifkan patroli di sejumlah titik yang dipetakan sebagai wilayah rawan tindak kriminal.
“Berdasarkan pemetaan kami, kawasan tersebut memang cukup rawan sehingga menjadi prioritas patroli rutin,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap gangguan keamanan yang terjadi di perairan Sungai Mahakam melalui layanan darurat 110 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id