Kaltim.akurasi.id, Penajam – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka (Perumda AMDT) mencatat sekitar 8 hingga 10 persen pelanggannya masih menunggak pembayaran rekening air. Meski demikian, perusahaan tetap memberikan kemudahan pembayaran, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, agar layanan air bersih tetap dapat dinikmati.
Direktur Utama AMDT Penajam Paser Utara, Abdul Rasyid, mengatakan dari sekitar 17.000 pelanggan aktif, terdapat sekitar 1.200 hingga 1.500 pelanggan yang masih memiliki tunggakan.
“Kalau jumlah pelanggan kita sekarang sekitar 17.000, rata-rata yang menunggak itu antara 1.200 sampai 1.500 pelanggan. Dari jumlah itu, sekitar 500 sambungan berada di perumahan yang tidak berpenghuni, seperti rumah investasi yang belum ditempati atau disewakan,” kata Abdul Rasyid.
Menurutnya, jika pelanggan dari rumah kosong tidak dihitung, maka jumlah pelanggan yang benar-benar menunggak berkisar 1.200 sambungan. Ia mengakui, tunggakan tersebut berdampak terhadap kondisi keuangan perusahaan. Namun, AMDT memilih memberikan kemudahan pembayaran sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.
“Kalau bicara terganggu, tentu PDAM sangat terganggu. Tetapi kami juga harus memahami arahan dan diskusi bersama pak bupati, bahwa masyarakat yang berpenghasilan rendah perlu diberikan kemudahan. Yang penting ada dana yang masuk ke PDAM, agar operasional perusahaan tetap berjalan,” ujarnya.
Abdul Rasyid menambahkan, dalam empat tahun terakhir AMDT belum menerima penyertaan modal dari pemerintah daerah karena kondisi fiskal daerah yang masih menjadi pertimbangan. Meski demikian, kata dia, dukungan pemerintah tetap diberikan melalui pembangunan infrastruktur air minum yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU. bnC
“Saat ini kami tetap mendapat dukungan penuh melalui proyek-proyek Dinas PUPR. Salah satunya pengembangan SPAM Duaru berkapasitas 10 liter per detik yang baru diresmikan bulan lalu. Dengan adanya fasilitas itu, hampir seluruh wilayah Duaru, kecuali Api-api, sudah terlayani air bersih,” ungkapnya.
Selain itu, AMDT juga bersiap mengoperasikan instalasi pengolahan air (IPA) baru yang telah dibangun pemerintah untuk memperluas layanan di wilayah pesisir, meliputi Saloloang, Tanjung, Corong, dan sekitarnya.
“Kami harap akan ada penambahan saluran ya untuk mencakup khususnya warga pesisir yang sangat membutuhkan air bersih,” tutupnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari