700 Pedagang Belum Masuk Pasar Pagi, Disdag Samarinda Siapkan Langkah Tegas

Batas waktu 31 Agustus 2026 semakin dekat, tetapi sekitar 700 pedagang masih belum menempati kios di Pasar Pagi Samarinda. Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda kini membentuk tim lintas sektor untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penindakan setelah tenggat berakhir.
Fajri
By
3.2K Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda menyiapkan langkah lanjutan terhadap pedagang Pasar Pagi yang hingga batas waktu 31 Agustus 2026 belum menempati kios yang telah disediakan.

Untuk menentukan langkah tersebut, Disdag Samarinda mulai membentuk tim lintas sektor yang melibatkan sejumlah perangkat daerah. Tim tersebut nantinya akan melakukan evaluasi sekaligus menentukan mekanisme penanganan terhadap pedagang yang belum masuk setelah tenggat waktu berakhir.

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, mengatakan tim tersebut telah mulai dibentuk dan kini menunggu pengajuan untuk mendapatkan persetujuan Wali Kota Samarinda.

“Tim sudah mulai dibentuk, tinggal pengajuan ke Pak Wali untuk ditandatangani. Karena timnya bukan Disdag lagi. Ada Satpol PP, Inspektorat, Bagian Hukum dan lain-lain,” kata perempuan yang akrab disapa Yama itu.

Menurut Yama, keterlibatan sejumlah instansi diperlukan agar kebijakan yang diambil setelah 31 Agustus tidak dilakukan secara sepihak. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan kondisi dan keberadaan pedagang sebelum menentukan langkah penanganan.

Saat ini, Disdag mencatat masih ada sekitar 700 pedagang yang belum masuk atau belum menempati kios di Pasar Pagi. Data tersebut masih diverifikasi kembali oleh petugas di lapangan untuk memastikan kondisi terkini.

“Ketika kita sudah memberikan sinyal tanggal 31, artinya mereka tahu bahwa ini nanti suatu saat ada semacam tindakan-tindakan,” ungkapnya.

Meski telah menyiapkan langkah tegas, Yama menegaskan pemerintah tidak akan serta-merta melakukan penindakan setelah tenggat waktu berakhir. Masukan dari Satpol PP, Inspektorat, Bagian Hukum, dan perangkat daerah terkait akan terlebih dahulu dikumpulkan.

“Kami juga tidak sanggup kalau langsung begitu. Mendengar dulu apa pendapat Satpol, Inspektorat, Bagian Hukum dan lainnya,” jelasnya.

Disdag Siapkan Event untuk Hidupkan Pasar Pagi

Selain menyiapkan langkah terhadap pedagang yang belum menempati kios, Disdag Samarinda juga berupaya meningkatkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Pagi.

Salah satu strategi yang disiapkan yakni menggelar berbagai kegiatan atau event secara berkala, termasuk pasar murah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menarik kembali masyarakat untuk berkunjung sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan di dalam pasar.

Yama mengatakan event nantinya dapat digelar di area luar atau teras Pasar Pagi sehingga tidak mengganggu aktivitas pedagang di dalam.

“Kita maunya pedagang yang menikmati itu. Kalau eventnya luar, misalnya lomba melukis, boleh. Yang berdampak kan pedagang di dalam,” katanya.

Disdag juga berencana menggelar pasar murah dalam waktu dekat. Namun, kegiatan tersebut tidak akan dilakukan terlalu sering karena pemerintah tidak ingin membebani pedagang dengan tuntutan menjual barang di bawah harga normal.

Menurut Yama, konsep kegiatan juga akan dibahas bersama event organizer (EO). Diskusi tersebut diharapkan menghasilkan kegiatan yang mampu membuat Pasar Pagi lebih ramai sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang.

“Kami ingin mencari konsep event yang bisa membuat Pasar Pagi kembali ramai dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh pedagang,” ujarnya.

Yama menegaskan, berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menghidupkan kembali aktivitas Pasar Pagi setelah proses relokasi dan penataan pedagang.

“Kalau tidak ada sinyal, tidak selesai-selesai,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana