Dari Wadah Ekonomi Rakyat Jadi Tempat Nongkrong Elit, Teras Samarinda Dinilai Melenceng dari Tujuan Awal

Proyek Teras Samarinda yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah dikritik karena gagal memberi ruang bagi pedagang kecil. Kawasan yang seharusnya menggerakkan ekonomi rakyat kini justru tampak eksklusif dan tak ramah bagi UMKM.
Fajri
By
2.9k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pembangunan Teras Samarinda yang semula digadang-gadang sebagai ikon ekonomi kerakyatan, kini menuai kritik. Alih-alih menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil, kawasan yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah itu justru lebih menyerupai ruang rekreasi kota yang sulit dijangkau masyarakat kecil.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menilai proyek tersebut belum memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Ia menyebut konsep pengembangan Teras Samarinda terlalu menonjolkan sisi estetika, namun minim nilai pemberdayaan ekonomi.

“Katanya untuk ekonomi kerakyatan, tapi pedagang kecil tidak bisa masuk karena sewa kiosnya mahal dan jumlahnya terbatas. Bagaimana mau membantu rakyat kecil kalau aksesnya saja sulit?” tegas Samri.

Politikus PKS itu mendorong Pemkot Samarinda untuk meninjau ulang arah pembangunan agar tidak berhenti pada tampilan fisik semata. Ia mencontohkan kegiatan bazar di halaman Islamic Center, yang menurutnya lebih hidup dan berdampak langsung pada ekonomi rakyat.

“Kalau difasilitasi seperti itu, ekonomi rakyat bergerak, pengunjung ramai, dan pedagang bisa dapat untung. Itu baru namanya pemberdayaan,” ujarnya.

Samri juga menyoroti penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang tak diimbangi dengan penyediaan lokasi alternatif. Ia mengusulkan Pemkot menyiapkan zona kuliner rakyat di tepi Sungai Mahakam, khususnya di kawasan Islamic Center, agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap tumbuh.

“Kalau dikelola rapi, itu bisa jadi magnet wisata baru. Pemerintah juga bisa dapat PAD dari aktivitas ekonomi rakyat, bukan hanya dari menaikkan pajak,” tandasnya.

Sementara itu, sebagian pengunjung menilai Teras Samarinda masih minim variasi kuliner dan aktivitas. Rizal (25), salah satu pengunjung, mengatakan suasana tempat itu nyaman, namun terkesan sepi karena pilihan tenant yang terbatas.

“Enak buat nongkrong, tapi jajanan di dalamnya sedikit. Kalau dibanding di Tenggarong, suasananya lebih hidup karena banyak pilihan kuliner,” katanya.

Diketahui, pembangunan Teras Samarinda I menelan anggaran sekitar Rp36 miliar yang bersumber dari APBD Kota Samarinda. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }