Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Aparat gabungan mulai memperketat pengamanan jelang aksi unjuk rasa 21 April 2026 dengan menggelar simulasi serta memetakan titik rawan kemacetan di sejumlah ruas jalan strategis.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, mengatakan simulasi pengamanan dilakukan di kawasan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda Ulu, pada Minggu (19/4/2026).
“Hari ini kita melakukan simulasi dalam rangka persiapan untuk aksi nanti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, simulasi dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, guna mengantisipasi gangguan selama aksi berlangsung.
Menurutnya, sejumlah ruas yang diperkirakan menjadi titik padat antara lain Jalan Gajah Mada, Jalan Merapi, dan Jalan Merbabu.
“Di titik-titik tersebut kita siapkan personel untuk mengatur lalu lintas,” katanya.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di Kantor Gubernur, tetapi juga di kawasan Kantor DPRD Kaltim sebagai salah satu titik aksi. Di lokasi tersebut, penjagaan dilakukan secara terpadu oleh personel TNI dan Polri.
Untuk mengamankan dua titik utama tersebut, sebanyak 1.800 personel gabungan dikerahkan dan disebar di sejumlah titik strategis.
Selain itu, aparat juga menyiapkan langkah antisipatif berupa penguatan pagar dan pemasangan kawat sebagai bentuk pengamanan tambahan terhadap aset pemerintah.
“Langkah ini kita lakukan untuk mengamankan aset daerah,” jelas Edwin.
Ia pun mengimbau masyarakat yang akan mengikuti aksi agar tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai.
“Kami harap masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan tertib dan tidak anarkis,” jelasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id