Sekolah Sudah Sebulan, Seragam Gratis Kaltim Belum Tuntas: Hasanuddin Mas’ud “Saya Belum Tahu Kenapa Terlambat”

Program seragam gratis Pemprov Kaltim belum sepenuhnya diterima siswa meski tahun ajaran baru telah berjalan sekitar satu bulan. Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menyebut anggarannya sudah tersedia, tetapi mengaku belum mengetahui alasan penyalurannya terlambat.
Fajri
By

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Penyaluran seragam gratis bagi siswa baru di Kalimantan Timur (Kaltim) belum sepenuhnya rampung meski tahun ajaran baru 2026/2027 telah berjalan sekitar satu bulan.

Keterlambatan tersebut menjadi sorotan karena seragam gratis merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang ditujukan untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan masyarakat.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan penyaluran seragam tersebut. Ia meminta persoalan teknis itu dikonfirmasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.

“Kalau itu secara teknis saya tidak terlalu paham ya, mungkin ke SKPD terkait, kenapa terlambat,” kata Hasanuddin Mas’ud saat ditemui usai menghadiri upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di GOR Sempaja, Senin (17/8/2026).

Meski demikian, pria yang akrab disapa Hamas itu mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan dinas terkait. Dari informasi yang diterimanya, proses pengadaan dan penyaluran seragam gratis masih berlangsung.

“Kemarin saya ketemu dinas terkait, mengatakan sedang berproses ya. Tapi kalau ada keterlambatan saya kurang tahu,” ujarnya.

Menurut Hasanuddin, dari sisi anggaran, program tersebut seharusnya tidak lagi menjadi persoalan karena telah dialokasikan oleh pemerintah. Karena itu, ia mendorong OPD teknis memastikan proses pengadaan dan distribusi segera dituntaskan.

“Mudah-mudahan cepatlah, karena anggarannya kan sudah ada, tinggal pelaksanaan teknisnya saja. Mungkin bisa ditanyakan ke Disdikbud Kaltim,” tegasnya.

Keterlambatan penyaluran menjadi perhatian lantaran kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru telah berlangsung sejak pertengahan Juli 2026. Dengan demikian, sebagian siswa baru telah menjalani aktivitas sekolah selama beberapa pekan tanpa menerima seragam gratis yang dijanjikan pemerintah.

Program tersebut sebelumnya menjadi bagian dari kebijakan Pemprov Kaltim untuk meringankan kebutuhan perlengkapan sekolah bagi peserta didik. Seragam menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi keluarga ketika anak memasuki jenjang pendidikan baru.

Karena itu, Hasanuddin meminta keterlambatan distribusi tidak berlangsung terlalu lama. Ia berharap Disdikbud Kaltim segera memastikan seluruh tahapan berjalan sehingga bantuan dapat diterima siswa.

“Kalau memang sudah ada anggarannya, ya tinggal pelaksanaan teknisnya saja. Harapannya bisa segera disalurkan,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana