Akurasi.id, Bontang – Layanan pemerintahan di Mal Pelayanan Publik (MPP) gedung lantai 4 Pasar Tamrin sejauh ini belum maksimal. Untuk itu, Pemkot Bontang mulai merancang formulasi baru.
Kepala DPMPTSP Bontang Asdar Ibrahim mengatakan, salah satu faktor yang mengakibatkan MPP sepi pengunjung, dikarenakan minimnya fasilitas publik yang menunjang. Misalnya kipas angin, AC maupun fasilitas lain sejenisnya.
Untuk itu, pemerintah berencana menganggarkan Rp3,2 miliar untuk biaya pengadaan barang. “Tahun ini semua akan kami lengkapi. Kecuali lift. Itu bukan ranah PTSP. Kita lebih ke fasilitas untuk MPP saja seperti fasilitas AC dan lainnya,” ujar Asdar Rabu (1/2/2023).
Selain menambah fasilitas publik, DPMPTSP juga berencana memusatkan layanan di gedung MPP. Sehingga setiap instansi pemerintah tidak lagi diperkenankan membuka layanan selain di MPP.
“Untuk persoalan teknis akan kami bahas lagi bersama seluruh instansi. Yang jelas rencananya pelayanan pemerintahan akan di pusatkan di MPP,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Asdar, faktor kedua MPP sepi pengunjung sebab ada dua pintu layanan yang di buka. Sementara banyak masyarakat yang memilih melakukan pengurusan di kantor instansi langsung.
“Kalau masih layanan dua pintu pasti akan sepi. Karena banyak masyarakat langsung melakukan pengusan di kantor instansi,” katanya.
Kemudian soal komitmen jam buka gerai layanan juga harus ditekankan. Semua gerai akan diwajibkan buka mulai dari Pukul 08.00 Wita pagi, hingga Pukul 16.00 Wita.
“Setiap instansi kami minta untuk membuat laporan. Agar kami tahu seberapa aktif mereka memberi layanan,” tutupnya. (*)
Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id