Tragis! Longsor di Samarinda Timbun Tiga Rumah, Ibu dan Anak Jadi Korban

Fajri
By
175 Views

Bencana tanah longsor di Kelurahan Lempake, Samarinda, menimbun tiga rumah dan menewaskan dua orang dari satu keluarga. Proses evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan meski terkendala kondisi medan.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Senin (12/5/2025) dini hari memicu bencana tanah longsor di Jalan Belimau, Gang Bulu Tangkis, RT 022, Kelurahan Lempake. Tiga rumah warga tertimbun material longsor, dan satu keluarga dilaporkan menjadi korban.

Ketua RT 022, Totok, mengatakan tanah mulai bergerak sekitar pukul 05.00 WITA saat aliran listrik di kawasan tersebut padam. “Pagi tadi warga melapor, saat listrik mati sekitar pukul setengah enam, tanah sudah mulai bergerak,” ungkapnya.

Menurut Totok, dari tiga rumah yang tertimbun, hanya satu rumah yang diketahui masih dihuni saat kejadian. “Diperkirakan tiga rumah tertimbun, tapi hanya satu yang masih ada penghuninya—seorang ibu bersama tiga anaknya,” jelasnya.

Warga sekitar sempat mencoba memperingatkan penghuni rumah sebelum longsor terjadi. Namun, tidak ada respons dari dalam. “Tanah sudah mulai bergerak, warga panik dan menyelamatkan diri terlebih dahulu,” tambah Totok.

Diketahui, kepala keluarga dari rumah tersebut tidak berada di tempat saat kejadian. Sang suami sedang bekerja di empang sejak malam sebelumnya.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan oleh tim gabungan sejak pagi hari. Sekitar pukul 15.10 WITA, satu korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie. “Korban pertama yang ditemukan adalah sang ibu,” ungkapnya.

Upaya pencarian dilanjutkan dan membuahkan hasil. Sekitar pukul 16.50 WITA, tim kembali menemukan satu korban tambahan yang diketahui merupakan anak dari korban pertama. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Hingga pukul 18.10 WITA, dua korban telah berhasil ditemukan, yakni ibu dan anaknya. Korban kedua adalah Saudara Nasrul,” ujar Suwarso.

Karena kondisi yang semakin gelap dan medan yang berbahaya, proses pencarian dihentikan sementara. Tim akan melanjutkan evakuasi pada Selasa pagi. “Untuk keselamatan tim, pencarian malam ini dihentikan dan akan dilanjutkan besok,” kata Suwarso. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana