Dewan Sebut Kurangnya Kepedulian Masyarakat Jadi Sebab Maraknya Anjal dan Gepeng di Samarinda

kaltim_akurasi
122 Views

Dari perkiraan Dewan, kepedulian masyarakat yang masih kurang jadi penyebab maraknya Anjal dan Gepeng di Samarinda. Untuk itu perlu adanya sosialisasi dari Pemkot Samarinda agar kepedulian masyarakat semakin meningkat dalam menghadapi persoalan ini. 

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Anak jalanan (anjal) bersama gelandangan dan pengemis (gepeng) yang masih marak menghiasi wajah jalanan Kota Tepian tak lain karena tingkat kepedulian tinggi oleh masyarakat Samarinda.

Oleh sebab itu, jika wajah jalanan ingin terbebas dari hal tersebut maka para wakil rakyat di Samarinda sepakat agar penertiban anjal dan gepeng juga merupakan bagian dari tanggung jawab masyarakat itu sendiri.

“Padahal di setiap simpang 4 sudah terpasang baliho larangan. Siapa yang memberi akan mendapatkan sanksi, akan tetapi hingga saat ini tidak ada reaksinya,” jelas Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Joko Wiranto, Kamis (29/9/2022).

Dengan minimnya kesadaran masyarakat, maka tak ayal jika keberadaan anjal dan gepeng masih saja bisa terus ada di berbagai ruas jalan di Samarinda.

Upaya Peningkatan Kepedulian Masyarakat

Maraknya anjal dan gepeng yang seperti tiada habisnya itu menurut Joko Wiranto bukan karena petugas terkait enggan melakukan penertiban.

“Satpol PP sudah sering melakukan razia, namun ketentuannya hanya bisa menerima pembinaan selama 2×24 jam. Selebihnya tidak bisa, karena kita juga pahami adanya keterbatasan anggaran dari OPD terkait,” tambahnya.

“Ya kalau ditahan oleh Satpol PP hingga berhari-hari siapa yang mau membiayai makannya,” kata Joko Wiranto lagi.

Dengan minimnya biaya operasional pembinaan dan minimnya kesadaran masyarakat. Joko pun meminta agar di masa mendatang pemerintah bisa membuat sebuah kajian. Yang harapannya bisa menjadi solusi permasalahan anjal dan gepeng.

“Tentu kita harapkan Pemkot Samarinda bisa segera membuat suatu formulasi untuk menjawab persoalan terkait penanganan anjal gepeng, misalnya dengan proses pembinaan atau lebih kembali memasifkan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (adv/dprdsamarinda/upk)

Penulis: Upik
Editor: Muhammad Raka

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana