Disebut Langgar Aturan, Dewan Minta Pembangunan Premiere Hills Dihentikan

kaltim_akurasi

Pelaksanaan pembangunan Premiere Hills mendapatkan penolakan keras dari sejumlah anggota DPRD Samarinda. Pasalnya, pembangunan Premiere Hills disebut melanggar aturan. Karenanya, pengembang diminta segera menghentikan aktivitas.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Proyek pembangunan perumahan bernama Premiere Hills di Jalan MT Haryono, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, pasalnya disebut melanggar aturan. Seperti pelanggaran tentang faktor lingkungan yang dinilai telah dikesampingkan dari proyek perumahan tersebut.

Oleh sebab itu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani pun dengan tegas meminta pihak pengembang perumahan menghentikan seluruh aktivitas pembangunan. Proyek tersebut bisa memberikan dampak buruk bagi kawasan sekitarnya.

“Kami mengambil sikap tegas dengan meminta agar pengembang menghentikan seluruh aktivitas pembangunan perumahan Premiere Hills,” tegas Angkasa.

Penghentian pembangunan pasalnya pantas untuk dilakukan. Sebab jika tidak, maka konsekuensi dari sebuah pembangunan yang mengesampingkan aspek lingkungan akan berdampak besar pada wilayah sekitarnya.

Semisal meningkatkan bencana banjir dan tanah longsor di kawasan tersebut. Oleh sebab itu, Angkasa dengan tegas meminta agar pihak pengembang segera berhenti. Bahkan, tekannya, pihak pengembang diminta untuk memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi akibat proyek perumahan yang telah dikerjakan hingga saat ini.

“Selain menghentikan kegiatan pembangunan, kami juga minta kepada pihak pengembang untuk tetap memperbaiki kondisi lingkungan,” tegasnya.

Premiere Hills Disebut Tidak Mengantongi Izin Administrasi

Lanjut Angkasa menjelaskan, selain persoalan teknis dan lingkungan. Pasalnya pihak pengembang Perumahan Premiere Hills tak mengantongi izin administrasi. Artinya, dari aspek hukum pun cacat aturan. Pihak pengembang secara tidak langsung melanggar prosedur administrasi.

“Mereka masih menggunakan izin yang lama. Yakni izin untuk Bukit Mediterania. Sedangkan untuk Premiere Hills, bahkan kajian teknisnya pun belum ada,” tandasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, pihaknya akan mengagendakan rapat lanjutan guna menentukan rekomendasi terkait dengan keberlanjutan Pembangunan Premiere Hills tersebut. Karena jika dibiarkan, akan membawa dampak buruk bagi masyarakat di wilayah tersebut. (adv/dprdsamarinda/upk)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana