Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kualitas pelayanan kepada masyarakat. Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kebutuhan tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) hingga kini masih belum terpenuhi secara memadai.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Leni Astuti mengungkapkan bahwa jumlah tenaga ahli laboratorium di daerah masih sangat terbatas. Kondisi ini membutuhkan perhatian dan langkah bersama agar kebutuhan tenaga profesional tersebut dapat terpenuhi.
“Sebenarnya kita masih sangat kurang ya. Jadi menurut saya juga mungkin nanti PATELKI bisa merumuskan suatu program yang menjadi daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan yakni mendorong minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menempuh pendidikan di bidang teknologi laboratorium medik. Dengan demikian, ketersediaan tenaga profesional dapat dipersiapkan melalui proses regenerasi.
Ia menilai upaya tersebut membutuhkan keterlibatan organisasi profesi, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan tenaga kesehatan.
“Yang mungkin ada anak-anaknya yang ingin bersekolah sebagai tenaga ahli laboratorium. Jadi seperti itu. Memang kebutuhan kita untuk tenaga ahli laboratorium itu masih sangat-sangat kurang,” jelasnya.
Leni berharap, Musyawarah Wilayah VIII DPW PATELKI Kaltim yang berlangsung di Tenggarong dapat menjadi ruang untuk merumuskan langkah strategis terkait persoalan tersebut.
Menurutnya, forum musyawarah organisasi profesi seharusnya dapat menghasilkan gagasan yang tidak hanya berkaitan dengan internal organisasi, tetapi juga menyentuh kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.
“Mudah-mudahan nanti ada salah satu rumusan dari teman-teman begitu mereka melakukan musyawarah wilayah ini menjadi suatu dorongan,” katanya.
Ia berharap rumusan yang dihasilkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya tenaga-tenaga ahli laboratorium medik baru, sehingga kebutuhan SDM kesehatan di Kukar dapat dipenuhi secara bertahap.
“Ini bisa menjadi batu loncatan kita untuk melahirkan tenaga-tenaga ahli laboratorium yang baru untuk memenuhi kebutuhan di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (adv/diskominfokukar/uci)
Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Suci Surya Dewi