Kaltim.akurasi.id, Penajam – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memprioritaskan pengembangan wisata bahari dan ekowisata untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah. Sejumlah destinasi yang menjadi fokus pengembangan meliputi Pantai Tanjung Jumlai, Pantai Nipah-Nipah, Ekowisata Mangrove Kampung Baru, Pulau Gusung, dan Ekowisata Mangrove Mentawir di Kecamatan Sepaku.
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar PPU, Yunias Yudhistira Arlianta, mengatakan kawasan pesisir dan mangrove memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kawasan pesisir menawarkan potensi wisata pantai dan bahari, sedangkan hutan mangrove memiliki nilai tambah melalui wisata edukasi, konservasi, serta pengalaman menikmati lingkungan alam,” jelasnya.
Menurutnya, pengembangan destinasi tersebut semakin relevan seiring posisi PPU yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran pusat pemerintahan baru dinilai membuka peluang bagi PPU untuk menarik kunjungan wisatawan, termasuk masyarakat yang datang untuk bekerja maupun beraktivitas di kawasan IKN.
Pantai Tanjung Jumlai dan Pantai Nipah-Nipah, misalnya, selama ini dikenal sebagai tujuan rekreasi masyarakat. Sementara itu, Ekowisata Mangrove Kampung Baru menawarkan pengalaman menyusuri kawasan bakau melalui jembatan titian yang tersedia.
Kawasan mangrove Kampung Baru memiliki luas sekitar 60 hektare dengan jembatan titian sepanjang 677,8 meter. Selain menjadi daya tarik wisata, kawasan ini juga memiliki fungsi ekologis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Potensi serupa terdapat di Ekowisata Mangrove Mentawir, Kecamatan Sepaku. Kawasan tersebut menawarkan hutan mangrove, Sungai Mentawir, panorama Teluk Balikpapan, serta kekayaan budaya lokal. Berbagai potensi itu dapat dikembangkan melalui paket wisata alam yang dipadukan dengan kuliner dan produk kerajinan masyarakat.
Sementara itu, Pulau Gusung memiliki potensi wisata bahari, termasuk daya tarik terumbu karang yang dapat mendukung kegiatan wisata berbasis kelautan.
“Kalau Pulau Gusung memiliki potensi wisata bahari, termasuk daya tarik terumbu karang yang dapat mendukung kegiatan wisata berbasis kelautan,” terangnya.
Meski memiliki beragam potensi, pengembangan destinasi wisata perlu diikuti peningkatan fasilitas, aksesibilitas, kebersihan, dan keselamatan pengunjung. Promosi yang berkelanjutan serta pelibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal juga diperlukan agar pengembangan pariwisata memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Melalui pengembangan yang terarah, destinasi wisata PPU diharapkan mampu memperkuat daya tarik daerah sekaligus membuka peluang usaha di sektor ekonomi kreatif, kuliner, jasa wisata, dan produk lokal. Peluang dari pertumbuhan IKN pun dapat dimanfaatkan untuk mendorong pariwisata daerah yang berkelanjutan. (Adv/diskominfoppu/mz)
Editor: Devi Nila Sari