Loading Batu Bara di Pelabuhan Buluminung Mandek Sejak Januari, Target Pendapatan PPU di Atas Rp10 Miliar

Aktivitas pemuatan batu bara di Pelabuhan Buluminung belum berjalan selama hampir setahun. Tiga perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut masih terkendala penerbitan RKAB, sementara Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) membidik pendapatan sektor kepelabuhanan lebih dari Rp10 miliar.
Fajri
By
2.1K Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan pendapatan sektor kepelabuhanan lebih dari Rp10 miliar. Namun, upaya mencapai target tersebut menghadapi tantangan setelah aktivitas pemuatan (loading) batu bara di Pelabuhan Buluminung terhenti sejak Januari 2026.

Terhentinya aktivitas tersebut berkaitan dengan belum terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan. Akibatnya, tiga perusahaan yang selama ini berkaitan dengan kegiatan pemuatan batu bara di kawasan pelabuhan belum dapat kembali beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, mengatakan target pendapatan kepelabuhanan merupakan akumulasi dari berbagai aktivitas di pelabuhan. Salah satu kegiatan yang diharapkan dapat menopang penerimaan daerah ialah pemuatan batu bara.

“Target kita sebenarnya secara keseluruhan dari kepelabuhanan itu sekitar Rp10 miliar lebih,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, terdapat tiga perusahaan yang berkaitan dengan aktivitas pemuatan batu bara di kawasan Pelabuhan Buluminung, yakni PT SDA, CV PMA, dan PT KJN. Namun, aktivitas ketiganya belum berjalan karena RKAB perusahaan belum diterbitkan.

“Dari Januari sampai sekarang belum pernah loading. Di sini ada tiga perusahaan, yakni SDA, PMA, dan KJN. Ketiganya belum memiliki RKAB yang terbit,” jelasnya.

Menurut Agus, berhentinya aktivitas pemuatan batu bara turut mengurangi kegiatan bongkar muat yang sebelumnya berlangsung secara rutin. Padahal, komoditas tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung aktivitas kepelabuhanan dan penerimaan daerah.

Selama persyaratan administrasi belum terpenuhi, pemuatan batu bara belum dapat kembali dilakukan. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan bagi Dishub PPU dalam mengoptimalkan pendapatan sektor kepelabuhanan.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap berupaya mengoptimalkan penerimaan dari aktivitas pelabuhan yang masih berjalan. Perkembangan operasional perusahaan batu bara juga terus dicermati agar kegiatan pemuatan dapat kembali berlangsung setelah persyaratan yang diperlukan terpenuhi. (Adv/diskominfoppu/ns)

Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana