
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kendaraan di Samarinda mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan seiring waktu. Akibatnya, hampir semua ruas jalan di Samarinda mulai mengalami kepadatan, bahkan cenderung mengalami kemacetan. Jika tidak segera ditangani maka kemacetan mulai hantui Samarinda.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Achmad Sukamto meminta agar pemerintah menggarap secara serius pembangunan jalan-jalan pendekat. Misalnya pembangunan Jalan Ring Road 2 dan jalan penghubung Jembatan Mahkota II dan Bandara APT Pranoto Samarinda.
Menurutnya, proyek-proyek itu adalah investasi jangka panjang yang bisa dilakukan Pemerintah Samarinda untuk mengurai persoalan kemacetan. Terlebih lagi upaya pengembangan atau pelebaran jalan di dalam Kota Samarinda sudah cukup sulit dilakukan saat ini.
“Persoalan ini memang belum bisa dijalankan secara maksimal dikarenakan persoalan anggaran yang terbatas. Tapi saya kira kalau anggaran sudah kembali stabil, pembangunan jalan pendekat itu bisa dijalankan lagi,” tuturnya kepada Akurasi.id saat dijumpai di DPRD Samarinda belum lama ini.
Kendati demikian, Achmad Sukamto mengakui, jika Pemerintah Samarinda telah menyiapkan perencanaan pembangunan jangka panjang yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2023-2045.
Desain besar pembangunan yang teruang dalam Perda RTRW itu sudah bisa jadi acun untuk memulai pembangunan Samarinda secara bertahap, terutama dalam mendorong pembangunan jalan-jalan alternatif. Apalagi Kota Tepian, sebutan Samarinda, adalah bagian dari wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Bercermin akan hal itu, artinya Samarinda akan menjadi salah satu tujuan kota utama bagi masyarakat yang ingin ke Kalimantan Timur (Kaltim). Baik itu sebagai tempat bisnis, wisata mapun tempat tinggal.
“Urusan tata ruang ini sudah dibuatkan desain besarnya oleh pemerintah, tinggal kita dorong secara bertahap agar semua yang telah diprogram dapat direalisasikan secara bertahap, terutama pembangunan jalan-jalan pendekat di Samarinda,” tuturnya.
Adapun untuk rencana proyek pembangunan jalan layang atau flyover, tambah politikus Partai Golkar ini, secara spesifik belum pernag mereka diskusikan dengan Pemerintah Samarinda. Sejauh ini, pihaknya masih fokus mendorong percepatan jalan-jalan pendekat, sehingga masyarakat tidak terfokus di kawasan kota.
“Kami masih mengupayakan adanya penambahan jalan-jalan baru dan jalan alternatif, terutama untuk mengurai kemacetan. Supaya pembangunan tidak terpusat di perkotaan saja,” tandasnya. (adv/dprdsamarinda/drh)
Editor: Dirhanuddin