DPRD Kutai Timur melihat potensi Pelabuhan Kenyamukan untuk dikelola seperti Pelabuan Tanjung Tembaga, di Jawa Timur Timur. Untuk itu, pihaknya segera mendorong terbentuknya manajemen pelabuhan.
Kaltim.akurasi.id, Sangatta – Dalam upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan pelabuhan, Komisi C DPRD Kutai Timur mengambil langkah positif. Dengan melakukan studi tiru ke Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Usai melakukan studi tiru, Anggota DPRD Kutim Jimmi mengatakan, kondisi pelabuhan di Probolinggo mirip dengan pelabuhan Kenyamukan di Sangatta Utara.
Sebagai informasi, Pelabuhan Tanjung Tembaga merupakan pelabuhan tertua di Probolinggo. Pernah menjadi gerbang ekspor Indonesia ke Eropa pada masa kejayaannya di masa lampau. Kini, pelabuhan tersebut menjadi tempat bongkar muat kapal besar, pelabuhan antarpulau, dan pelabuhan ikan. Yang merupakan salah satu penyokong kegiatan ekonomi di Jawa Timur.
Bahkan, tempat ini seringkali menjadi tujuan wisata karena digunakan sebagai lokasi sandar kapal pesiar yang membawa ribuan wisatawan asing.
“Kami melakukan studi tiru ke sana. Banyak manfaat yang bisa diambil untuk operasional pelabuhan Kenyamukan nanti, jika sudah selesai pembangunannya,” ungkap Jimmi.
Sebelum Pelabuhan Kenyamukan Difungsikan, Dewan Desak Manajemen Segera Terwujud
Menurutnya, pengelolaan Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo telah terbukti sangat baik. Pelabuhan yang berstatus pengumpan ini memiliki banyak kesamaan dengan kondisi yang akan ada di pelabuhan Kenyamukan.
Baca Juga
“Pelabuhan kita (Kenyamukan) memiliki posisi dan status yang sama. Dibangun oleh pusat dan diserahkan ke daerah. Mereka juga melakukan bongkar muat barang, kapal penumpang, termasuk batu bara,” tambah sekretaris Komisi C DPRD Kutim ini.
Salah satu fokus kunjungan studi tersebut adalah memahami secara detail pola dan manajemen yang diterapkan dalam pengelolaan Pelabuhan Tanjung Tembaga. Jimmi menekankan, pentingnya memiliki arah yang jelas dan orientasi ekonomi dalam tata kelola kepelabuhanan untuk mencapai keberhasilan.
Daya dukung yang diberikan menjadi faktor kunci dalam pengembangan pelabuhan. Diharapkan Pelabuhan Kenyamukan akan menjadi urat nadi perekonomian penting di Kabupaten Kutai Timur. Sebagaimana yang telah berhasil dilakukan di Kabupaten Probolinggo saat ini.
“Sebelum pelabuhan difungsikan, kami mendesak agar manajemen segera terwujud. Perusda yang ada sekarang ini perlu disehatkan terlebih dahulu,” tegas Jimmi tanpa merinci nama Perusda yang dimaksud. (adv/dprdkutim)
Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari
