Hujan Tak Kunjung Turun, Status Tanggap Darurat Samarinda Berpotensi Diperpanjang

Pemkot Samarinda tengah bersiap untuk memperpanjang status tanggap darurat, lantaran hujan tak kunjung turun.
Devi Nila Sari
1.9K Views

Kaltim.akuradi.id, Samarinda – Kondisi kemarau panjang yang melanda Samarinda membuat pemerintah daerah bersiap memperpanjang status tanggap darurat. Langkah tersebut dipertimbangkan apabila hujan belum juga turun, dan kondisi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membutuhkan penanganan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, keputusan memperpanjang status tanggap darurat akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan. Pemerintah tidak menutup kemungkinan memperpanjang status tersebut selama lima hari hingga satu pekan.

“Kalau hujan belum turun, status tanggap darurat kemungkinan akan perpanjang. Apakah kita akan perpanjang lima hari atau satu minggu, tergantung kebutuhan penanganan,” kata Andi Harun.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda saat ini masih melakukan kajian sebelum menentukan langkah selanjutnya. Pria yang tengah menjalani periode kedua sebagai orang nomor satu Samarinda ini telah meminta Kepala BPBD Samarinda, untuk menyusun telaahan dan pertimbangan terkait kemungkinan perpanjangan status tanggap darurat.

Telaahan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan apakah status tanggap darurat perlu diperpanjang, termasuk melihat kebutuhan penanganan dan dukungan anggaran.

Saat ditanya membutuhkan tambahan anggaran, Andi Harun memastikan, Pemkot Samarinda belum membutuhkan tambahan alokasi anggaran untuk penanganan kondisi tersebut. Lantaran anggaran yang tersedia saat ini disebut masih mencukupi.

“Untuk sementara tidak, karena anggaran kita masih cukup. Tidak semua alokasi anggaran kemarin wajib dihabiskan. Kita gunakan sesuai dengan kebutuhan saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar anggaran penanganan juga belum digunakan karena tidak seluruh kegiatan membutuhkan pembiayaan. Karena, pemerintah harus menggunakan anggaran berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengejar penyerapan.

“Anggarannya masih banyak tersisa. Baru sedikit yang kita pakai, karena tidak semuanya menggunakan anggaran. Kalau apa-apa menggunakan anggaran, repot juga,” imbuhnya.

Pemkot Samarinda kini masih memantau perkembangan kondisi cuaca dan dampak kemarau, termasuk potensi karhutla. Keputusan mengenai perpanjangan status tanggap darurat akan ditentukan berdasarkan hasil telaahan BPBD serta kebutuhan penanganan di lapangan. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana