Tahun 2025, SD dan SMP Negeri di Bontang Wajib Terima Anak Berkebutuhan Khusus

Fajri
By

Mulai tahun ajaran 2025, seluruh SD dan SMP negeri di Bontang siap menjadi sekolah inklusi. Anak berkebutuhan khusus (ABK) akan diterima melalui seleksi khusus dengan pendampingan tim psikolog, memastikan pendidikan yang lebih ramah dan inklusif bagi semua.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan bahwa mulai tahun ajaran 2025, seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Bontang siap menjadi sekolah inklusi.

Kepala Disdikbud Bontang melalui Sekertaris Disdikbud Bontang, Saparudin, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Langkah ini didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Kepala Disdikbud Bontang.

“Tahun lalu, seluruh guru telah mendapatkan pelatihan. Maka, tahun ini kami akan mengimplementasikan kebijakan ini di seluruh SD dan SMP negeri di Kota Bontang,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp Rabu,(29/1/2025).

Penerimaan siswa ABK tetap menerapkan sistem zonasi berdasarkan domisili. Sebelum diterima, calon siswa akan menjalani tes di Autis Center untuk melihat sejauh mana mereka dapat mengikuti pembelajaran di sekolah negeri.

Namun, tidak semua anak berkebutuhan khusus bisa bersekolah di sekolah negeri. Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi agar mereka dapat diterima. Oleh karena itu, proses seleksi akan melibatkan tim psikolog dari Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Bontang.

“Dalam satu kelas, maksimal hanya dua anak berkebutuhan khusus. Seleksi ini akan dilakukan oleh tim psikolog untuk menentukan apakah anak tersebut layak bersekolah di sekolah negeri,” jelasnya.

Saparudin meyakini bahwa pelatihan yang telah diberikan sebelumnya telah membekali para guru dengan keterampilan yang cukup untuk menangani siswa berkebutuhan khusus. Ia berharap kebijakan ini dapat menjadikan Bontang sebagai kota yang benar-benar ramah dan inklusif bagi semua siswa.

“Insyaallah, tahun ini guru-guru yang telah dilatih sudah siap, dan kita akan mulai menerapkannya di tahun ajaran baru,” jelasnya. (*)

Penulis: Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana