Jalan Kota Bangun-Muara Gusik Memprihatinkan, Hadi Mulyadi Sebut Tambang dan Sawit Jadi Biangnya

kaltim_akurasi
1 View

Kondisi Jalan Kota Bangun-Muara Gusik kian hari kian memprihatinkan. Hampir seluruh bagian jalan kini kondisinya rusak parah. Kerusakan jalan sepanjang 87 kilometer itu disebut sebagai akibat dari aktivitas kendaraan tambang dan sawit.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Aktivitas kendaraan pertambangan batu bara hingga kelapa sawit di sepanjang Jalan Poros Kutai Kartanegara-Kutai Barat benar-benar berdampak bagi jalan tersebut. Pasalnya, kondisi kerusakan jalan tersebut kini benar-benar sangat memprihatinkan. Bahkan sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas di daerah tersebut.

Keresahan itu salah satunya datang dari orang nomor dua di lingkungan Pemprov Kaltim, yakni Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Kegundahan itu datang setelah Hadi Mulyadi melintasi sendiri jalan itu ketika melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kutai Barat, Selasa (7/3/2023).

Di antara kondisi jalan yang mendapatkan perhatian Hadi Mulyadi, ialah jalan yang berada mulai dari simpang tiga Kota Bangun, Kukar menuju Muara Gusik, Kubar. Jalan poros sepanjang 87 kilometer tersebut keadaannya sungguh sangat mengkhawatirkan.

Hadi sendiri tidak sungkan menyebut, bila kerusakan Jalan Poros Kota Bangun-Muara Gusik akibat dari aktivitas kendaraan perusahaan tambang batu yang ada di kawasan itu. Selain itu, kerusakan jalan kian diperparah oleh adanya aktivitas kendaraan pengangkut kelapa sawit.

“Ini jalannya cukup parah rusaknya. Pemerintah Provinsi Kaltim memang ada membantu (perbaikan jalan ini) semampunya,” ucap Hadil ketika meninjau Jalan Poros Desa Prian, Kukar, Selasa (7/3/ 2023).

Keberadaan Kendaraan Tambang dan Sawit Percepat Kerusakan Jalan!

Jalan Kota Bangun-Muara Gusik Memprihatinkan, Hadi Mulyadi Sebut Tambang dan Sawit Jadi Biangnya
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat meninjau Jalan Poros Kota Bangun-Muara Gusik yang jadi penghubung Kukar dan Kubar. (Dok Pemprov Kaltim)

Hadi menegaskan, keberadaan kendaraan tambang dan kelapa sawit dengan muatan yang cukup berat, pun jadi penyebab semakin cepatnya jalan di kawasan itu rusak. Karena kendaraan tambang dan sawit semestinya memiliki jalan sendiri. Lantaran jalan umum yang dibangun pemerintah, ditujukan untuk masyarakat.

Ia pun mengingatkan agar perusahaan tambang dan sawit yang terpaksa melintas di Jalan Poros Kota Bangun-Muara Gusik, menurunkan tonase muatan. Agar tidak semakin memperburuk jalan tersebut.

“Silahkan saja kendaraan perusahaan melintasi jalan umum. Tapi Pemprov Kaltim minta agar sama-sama menjaganya,” ucap Hadi.

Wagub Kaltim itu berharap adanya pengawasan dan perawatan bersama untuk jalan yang jadi akses publik, sehingga jalan tetap bagus dan terawat. Saat ini Kementerian PUPR RI dan BBPJN I Kalimantan, sedang dalam melaksanakan lelang perbaikan jalan Kota Bangun-Muara Gusik. Pasalnya, jalan tersebut masuk jalan nasional. Sehingga kewenangannya masuk ranah pemerintah pusat. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana