Empat Tahun Menunggu, Korban Kebakaran Pasar ITCI Akhirnya Tempati Rumah Relokasi

Korban kebakaran Pasar ITCI akhirnya menerima rumah relokasi yang dibangun Pemkab PPU.
Devi Nila Sari
1.8k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam – Sebanyak 21 keluarga korban kebakaran Pasar ITCI Kilometer 5, Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, akhirnya menerima rumah relokasi yang dibangun Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU). Penyerahan kunci dilakukan langsung oleh Bupati PPU Mudyat Noor saat Safari Jumat di Masjid At-Taqwa, Maridan, Jumat (12/6/2026).

Penyerahan rumah relokasi ini menandai berakhirnya penantian panjang warga, yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang terjadi pada November 2022. Peristiwa tersebut tidak hanya meluluhlantakkan puluhan kios pasar, tetapi juga rumah-rumah warga yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, penyelesaian relokasi menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan warga terdampak bencana mendapatkan kembali akses terhadap hunian yang layak.

“Harapan masyarakat tentu menjadi perhatian pemerintah. Namun, kita juga harus bijaksana dalam menyikapi berbagai kondisi dan kemampuan daerah. Yang terpenting, persoalan yang sudah ada jangan sampai menimbulkan masalah baru,” kata Mudyat Noor.

Menurutnya, pembangunan rumah relokasi merupakan upaya pemerintah memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga yang selama ini terdampak kebakaran. Ia menegaskan, bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Pemerintah terus berupaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan, termasuk penyediaan hunian yang layak bagi warga terdampak bencana,” ujarnya.

Penataan Kawasan jadi Tantangan Pasca Kebakaran

Program relokasi tersebut dibangun di RT 6 Jalan Mariko, Kelurahan Maridan, menggunakan anggaran APBD Kabupaten PPU 2025 sebesar Rp6,96 miliar. Selain rumah, kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas sanitasi berupa septic tank biogas, untuk mendukung lingkungan permukiman yang lebih sehat.

Meski rumah relokasi telah diserahkan, tantangan penataan kawasan pasca kebakaran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Kebakaran Pasar ITCI sebelumnya juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga, yang menggantungkan hidup dari perdagangan di kawasan tersebut.

Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah warga turut menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur dan pelayanan publik di Kecamatan Sepaku, terutama di tengah perkembangan wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menanggapi hal tersebut, Mudyat menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan penataan wilayah secara bertahap. Agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Ke depan kita akan terus melakukan penataan wilayah sesuai regulasi yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan pembangunan dapat dirasakan secara merata,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana