Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kondisi Jembatan Mahkota II yang hingga kini masih gelap gulita menjadi sorotan. Pasalnya, sekitar setengah tahun usai aksi pencurian kabel penerangan jembatan, yakni pada Januari 2026 lalu, namun belum ada tanda-tanda perbaikan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan, padamnya lampu penerangan jalan di Jembatan Achmad Amins atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan Mahkota II bukan disebabkan ketiadaan anggaran.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi akibat pencurian kabel utilitas yang berlangsung saat APBD tahun berjalan sudah ditetapkan. Karena kejadian tersebut terjadi di tengah pelaksanaan APBD, pemerintah daerah tidak bisa langsung mengalokasikan anggaran baru untuk mengganti utilitas yang hilang.
“Padamnya lampu di Jembatan Achmad Amins bukan karena kekurangan anggaran, melainkan karena utilitasnya dicuri. Persoalannya, pencurian itu terjadi ketika APBD sudah berjalan,” tegasnya.
Perbaikan Jaringan Menanti Siklus Penyusunan Anggaran
Ia menjelaskan, pengadaan kembali perbaikan jaringan lampu harus menunggu siklus penyusunan anggaran berikutnya.
“Jadi, nanti penganggarannya akan dilakukan kembali, karena kita tidak bisa serta-merta mengeluarkan anggaran tambahan di tengah APBD yang sedang berjalan. Tetapi perlu ditegaskan, persoalannya bukan karena tidak ada anggaran,” tegasnya.
Andi Harun mengungkapkan, pelaku pencurian telah ditangkap dan tengah menjalani proses hukum. Namun, kabel yang dicuri sudah lebih dahulu diperjualbelikan sehingga tidak dapat dikembalikan untuk digunakan kembali.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar tidak kembali menjadi sasaran pencurian. Menurutnya, kasus serupa tidak hanya terjadi di Jembatan Achmad Amins, tetapi juga pernah menimpa utilitas di sekitar Pasar Segiri dan Jalan Pahlawan.
Oleh karena itu, Andi Harun menyatakan, Pemkot Samarinda terbuka apabila Pemprov Kaltim bersedia membantu percepatan perbaikan penerangan di Jembatan Achmad Amins.
“Apabila pak gubernur berkenan membantu Samarinda, kami tentu mengucapkan terima kasih. Karena berarti beliau sudah mengetahui kondisi dan persoalan yang dihadapi Samarinda,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari