Lokakarya pra rembuk stunting adalah salah satu upaya Pemkab Kukar dalam menekan dan mencegah kasus stunting di daerah itu. Dari kegiatan itu, diharapkan akan lahir banyak rumusan kebijakan dan program untuk mencegah stunting.
Kaltim.akurasi.id, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang diwakili Bappeda bekerjasama dengan Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta melaksanakan kegiatan Lokakarya Pra Rembuk Stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk percepatan penurunan stunting. Lokakarya bertempat di Bappeda Kukar, Senin (19/6/2023) lalu.
Kegiatan dipimpin Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya dan Pemerintahan, Bappeda Kukar, Gamal Abdul Aziz. Hadir dalam kegiatan sejumlah perwakilan OPD Kabupaten Kukar. Antara lain Dinkes, DP2KB, Diskominfo, DPMD, dan Disdik.
Gamal Abdul Aziz mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut Perpres No 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Di mana, pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kukar akan dilanjutkan pada 2023.
“Sehubungan dengan hal itu, kami laksanakan pembahasan Aksi Analisis Situasi (cakupan layanan dan penganggaran) pada OPD pengampu intervensi spesifik maupun sensitif. Sebagai bahan persiapan pelaksanaan Rembuk Stunting Tahun 2023,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diawali dengan paparan dari Bappeda terkait rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting. Selanjutnya disampaikan paparan terkait capaian program intervensi spesifik dan sensitif penurunan stunting oleh Dinkes Kukar. Terakhir kemudian paparan terkait e-monev binabangda terkait aksi 1 dan 2 Konvergensi oleh DP2KB.
Kegiatan pra rembuk stunting diisi dengan diskusi kelompok terkait rencana program stunting, dan ditutup dengan penyusunan draft komitmen bersama. Kegiatan ini didukung oleh Tanoto Foundation bersama mitra pendanaan lainnya, yaitu USAID, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Yayasan Bakti Barito, dan PT Bank Central Asia. (adv/diskominfokaltim/hrt/zej/drh)
Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Akurasi.id