Senin , Juli 22 2024
Maknai Harlah Pancasila, Khairin Ingatikan Pancasila Harus jadi Urat Nadi Bangsa
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Khairin saat diwawancarai Akurasi.id. (Dhion/Akurasi.id)

Maknai Harlah Pancasila, Khairin Ingatkan Pancasila Harus jadi Urat Nadi Bangsa


Loading

Peringatan Harlah Pancasila menjadi pengingat seluruh masyarakat tentang setiap makna yang terkandung dalam bait Pancasila. Serta, menjadikannya urat nadi bangsa.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pada 1 Juni 2024, Indonesia kembali memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila. Libur secara nasional pun diterapkan, sebagai momentum untuk meresapi tindakan dan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan bernegara.

Memaknai momentum ini, Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda Abdul Khairin menyampaikan, Hari Pancasila merupakan fondasi besar bagi bangsa. Pancasila dirumuskan oleh para pejuang, bahkan oleh seorang yang berkebangsaan Arab.

Dari bentuk lambang, hingga warna di dalam Pancasila memiliki makna tersendiri yang menjadi landasan kehidupan bangsa Indonesia. Maka dari itu, setiap masyarakat harus berpedoman kepadanya.

Jasa SMK3 dan ISO

“Pancasila sesuatu yang harus menjadi urat nadi bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya, Senin (3/6/2024).

Namun, seiring perkembangan zaman, ia juga mengakui, keadaan bangsa yang sudah keluar dari kaidah Pancasila. Setiap tahunnya, terjadi pergeseran ideologi yang membuat Pancasila lepas dari kehidupan berbangsa dan bernegara seperti yang dirumuskan pendahulunya.

Oleh karena itu, hari kesaktian Pancasila merupakan momentum untuk mengingatkan seluruh masyarakat untuk kembali berpegang kepada ideologi bangsa. Pun menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk benar-benar memahami apa makna yang terkandung dari Pancasila.

“Kita sedih kehidupan berbangsa sudah mulai jauh dari nilai-nilai Pancasila. Memahami sila 1 sampai sila ke 5 adalah sesuatu yang jika betul-betul dijalankan, maka ujungnya di sila ke-5 adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya, jika pengamalan ini dilakukan dengan baik, Indonesia bisa menjadi negara baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur seperti yang disampaikan dalam Al-Qur’an. Kalimat tersebut memiliki arti negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduk.

Baca Juga  Agus Haris Minta Pemkot Buat RPPLH Kawasan Industri Bontang

“Sangat mungkin, karena sangat banyak sumber daya alam yang terkandung di dalam negeri kita,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda)

Penulis: Dhion
Editor: Devi Nila Sari

Print Friendly, PDF & Email

cek juga!

Disdikbud Samarinda Minta Sekolah Tak Wajibkan Orang Tua Beli Buku Paket

Disdikbud Samarinda Minta Sekolah Tak Wajibkan Orang Tua Beli Buku Paket

Disdikbud Samarinda Minta Sekolah Tidak Wajibkan Orang Tua Beli Buku Paket. Kemudian Menyerahkan Hal Tersebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page