Wagub Kaltim Hadi Mulyadi mengapresiasi pelaksanaan Gelaran Seni Kebudayaan bertajuk Repertoar Kebudayaan dalam bingkai Pancasila. Dengan harapan, dapat berkembang untuk kegiatan positif pemuda.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Malam puncak lomba dan seminar bertajuk “Repertoar Kebudayaan dalam bingkai Pancasila,”. Gelaran seni kebudayaan dan penanaman semangat kebangsaan, baru saja ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi. Agenda ini berlangsung di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jum’at (21/10/2022) malam.
Diketahui event ini digelar dalam rangka menyambut momentum Hari Sumpah Pemuda, yang jatuh pada 28 Oktober mendatang. Orang nomor dua di Kaltim itu pun menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba. Di antaranya lomba puisi, lomba mewarnai dan lomba band akustik yang membawakan salah satu puisi Hadi Mulyadi berjudul “Senyum”.
Acara ini juga turut dihadiri Seniman Senior Hamdani Swara dari Dewan Kesenian Kaltim, Sultan Sandima Elansyah Jamhari dari Dewan Kesenian Samarinda. Anggota DPRD Kaltim Martinus, Ketua Teater Mahakam Iyan BL dan banyak tokoh lainnya. Dalam sambutannya, Hadi tak henti mengapresiasi para pelaksana kegiatan ini. Termasuk para peserta lomba yang begitu bersemangat mengikuti perlombaan ini.
“Kami ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan seni dan budaya ini. Kita harapkan kegiatan positif dari pemuda ini terus berkembang. Agar mereka terjauh dari prilaku negatif seperti narkoba dan sebagainya,” ujar Hadi.
Wagub Hadi Minta Stakeholder Dukung Kegiataan Kepemudaan
Ia pun meminta, agar seluruh stake holder untuk turut mendukung di kegiatan-kegiatan lainnya. Sebab, giat ini akan mendukung para pemuda-pemudi Kaltim untuk mengembangkan minatnya, terutama dalam bidang seni dan kebudayaan.
Menjelang Hari Sumpah Pemuda, Mantan Legislator Senayan dan Karang Paci ini juga berharap. Agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga di Kaltim. Sehingga, perlu semangat dari para pemuda untuk menjaganya sebagai generasi penerus bangsa.
“Karena kuncinya adalah persatuan dan kesatuan. Melepaskan sekat-sekat suku, agama dan bersatu membangun Kaltim, agar tetap provinsi kondusif,” demikian Hadi. (*/adv/diskominfokaltim/gzy)
Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari