Pergeseran Musim Tanam, Distan PPU Waspadai Lima Hama dan Penyakit Padi

Distan PPU mengingatkan agar petani mewaspadai serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan padi.
Devi Nila Sari
1.8K Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam – Pergeseran musim tanam akibat perubahan kondisi cuaca menjadi perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (Distan PPU). Selain menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino Godzilla, petani juga perlu mewaspadai serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi pada musim tanam mendatang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian PPU, Gunawan, menyebut terdapat lima gangguan utama yang perlu diantisipasi, yakni hama tikus, penggerek batang, penyakit blas, busuk leher, serta hama putih palsu.

“Saya yakin, saya percaya itu akan rawan dan rentan berkaitan dengan serangan hama penyakit. Terutama lima hama penyakit yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Disebutkan Gunawan, perubahan waktu tanam perlu diikuti kesiapan petani dalam mengenali dan menangani gangguan tanaman. Sebab, serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat menghambat pertumbuhan, hingga mengurangi hasil panen apabila tidak ditangani secara tepat.

Hama tikus, misalnya, dapat merusak tanaman sejak fase awal pertumbuhan hingga menjelang panen. Sementara itu, penggerek batang menyerang bagian batang padi, dan dapat menyebabkan anakan mati atau malai tidak terisi sempurna.

Adapun penyakit blas dan busuk leher berkaitan dengan infeksi jamur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman maupun pembentukan bulir padi. Tingkat kerusakan bergantung pada kondisi lingkungan, kerentanan varietas, dan perkembangan penyakit di lapangan.

Gunawan mengingatkan petani terhadap hama putih palsu. Gangguan ini disebabkan larva ngengat yang merusak jaringan daun padi, sehingga menimbulkan bekas putih memanjang pada permukaan daun.

“Putih palsu ini sebenarnya disebabkan oleh ulat juga. Tanaman padi yang ditanam, ujung daunnya menjadi putih-putih, itu putih palsu,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Dinas Pertanian PPU menyiapkan bantuan herbisida, pestisida, serta emposan untuk pengendalian hama tikus. Bantuan itu bersumber dari APBD Perubahan Kabupaten PPU 2026.

Gunawan menjelaskan, pengadaan emposan menjadi salah satu upaya pengendalian tikus, sedangkan pestisida disiapkan untuk mendukung penanganan gangguan tanaman sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, pengamatan rutin terhadap pertanaman menjadi langkah penting. Petani perlu segera melaporkan gejala serangan kepada penyuluh pertanian agar penanganan dapat dilakukan berdasarkan jenis hama atau penyakit yang ditemukan.

“Kami berharap petani dapat menghadapi musim tanam mendatang dengan lebih siap serta menjaga produktivitas padi di tengah perubahan kondisi iklim,” pungkasnya. (adv/diskominfoppu/mz)

Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana