Proyek Miliaran Dipertaruhkan, DPRD Samarinda Pertanyakan Kapasitas Kadis PUPR

Devi Nila Sari
135 Views

DPRD Samarinda pertanyakan kapasitas kadis PUPR. Lantaran sedang dikabarkan sakit, namun belum ada pergantian. Alhasil, hal ini menyebabkan sejumlah masalah.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Ketidakhadiran Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti, pada agenda rapat dengar pendapat (RDP) terkait upah pekerja Teras Samarinda menimbulkan tanya bagi publik.

Pasalnya, ia terus mangkir saat diundang oleh DPRD Samarinda. Namun, ia justru muncul pada agenda ramah tamah yang digelar oleh pemerintah kota pada beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun pernah menyampaikan jika alasan ketidakhadiran bawahannya ini lantaran penyakit yang diderita oleh wanita tersebut. Dikatakannya, jika untuk sementara ini Desy tidak dapat bekerja di bawah tekanan.

Mendengar hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Samarinda Adnan Faridhan justru heran. Jika memang kadis PUPR sedang menderita sebuah penyakit, mengapa masih diberi peran untuk memegang sektor-sektor strategis.

“Apalagi dinas PUPR ini memegang anggaran triliunan. Pekerjaan ini tentunya memiliki tanggung jawab yang besar. Apakah orang yang sakit bisa menangani tanggung jawab sebesar itu?,” tuturnya saat diwawancarai oleh awak media di Samarinda, Sabtu (8/3/2025).

Ia menyontohkan beberapa proyek besar seperti Teras Samarinda, Tugu Pesut, pembangunan terowongan, dan revitalisasi Pasar Pagi, yang semuanya bernilai tinggi dan membutuhkan pengawasan ketat.

Menurutnya, jika memang kondisinya tidak memungkinkan untuk menjalankan tugas dengan baik. Sebaiknya digantikan oleh sosok lain yang lebih siap menghadapi tekanan pekerjaan.

Politisi Golkar ini juga menekankan, ketidakhadiran seorang pejabat dalam RDP bisa berdampak pada transparansi penggunaan anggaran dan pengawasan proyek.

“Saya tidak ingin berspekulasi tentang kondisi kesehatan seseorang. Tapi jika sakitnya benar-benar menghambat tugas dan tanggung jawabnya, maka solusinya harus ada pergantian. Ini bukan masalah pribadi, tapi demi kepentingan masyarakat Samarinda,” pungkasnya. (Adv/dprdsamarinda/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana