
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Komisi IV DPRD Samarinda menyoroti masih tingginya angka pengangguran di Kota Tepian. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pembahasan program kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda untuk tahun anggaran 2026 sekaligus penyusunan rencana program 2027.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Herminsyah, mengatakan peningkatan persentase pengangguran harus menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah.
Dia menuturkan, program yang dijalankan tidak cukup hanya bersifat rutin, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Kami mempertanyakan kenapa angka pengangguran masih terus bertambah secara persentase. Ini menjadi catatan penting agar ke depan program yang disusun benar-benar mampu membantu masyarakat maupun calon tenaga kerja mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Herminsyah menjelaskan, Komisi IV meminta Disnaker menyusun strategi yang lebih efektif untuk mengurangi pengangguran. Sejumlah program seperti pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, hingga perluasan kesempatan kerja dinilai harus menjadi prioritas dalam penyusunan anggaran tahun depan.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dibarengi dengan peluang kerja yang memadai. Tanpa adanya sinkronisasi tersebut, pelatihan yang diberikan dikhawatirkan tidak memberikan manfaat maksimal bagi para pencari kerja.
Ia menambahkan, pembahasan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program 2026, tetapi juga menyiapkan langkah jangka menengah melalui perencanaan 2027 agar kebijakan ketenagakerjaan berjalan berkesinambungan.
“Kami ingin program yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Tujuan akhirnya tentu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga Samarinda,” katanya.
DPRD Samarinda meminta agar setiap program yang diusulkan Disnaker disertai target yang terukur, sehingga efektivitas penggunaan anggaran dapat dievaluasi setiap tahun.
“Dengan demikian, kebijakan ketenagakerjaan tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi mampu menghasilkan penurunan angka pengangguran secara nyata di Kota Samarinda,” pungkasnya. (adv/dprdsamarinda/zul/uci)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi