Kaltim Catatkan 182 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies, Dinkes Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

kaltim_akurasi
304 Views

Kendati saat ini kasus rabies belum ada yang terinfeksi manusia. Dinkes Kaltim tetap mengingatkan agar masyarakat tetap ekstra meningkatkan kewaspadaan. Sebab, di Kaltim setidaknya sudah ada 182 kasus gigitan hewan penular rabies.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dalam beberapa waktu terakhir, jagad maya digegerkan salah satu video seorang anak yang diduga terinfeksi rabies. Maraknya kasus tersebut diberbagai wilayah Indonesia, lantas menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur.

Perihal itu pun disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Provinsi Kaltim dr Ivan Hariyadi. Diungkapkannya untuk Kaltim sendiri sejak Januari hingga Mei 2023 terdapat sebanyak 182 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR). Namun untuk kasus manusia yang positif rabies masih belum ditemukan.

Sebagai antisipasi, ia pun mengungkapkan tanda-tanda positif rabies pada manusia. Yakni mulai dari kejang-kejang, mulut mengeluarkan busa, hingga ketakutan pada air, cahaya dan udara. Ketakutan tersebut disebabkan karena virus menyerang saraf pusat manusia.

“Kalau terkena rabies, biasanya angka harapan kesembuhannya itu kecil,” ungkapnya ketika ditemui di ruang kerjanya di Dinkes Kaltim, Jalan Abdoel Wahab Sjahranie.

Kendati demikian ia meminta agar masyarakat tidak khawatir. Sebagai pertolongan pertama dapat dilakukan dengan mencuci bagian luka yang tergigit menggunakan sabun dengan air mengalir agar mengurangi kadar virusnya.

“Biasanya, kalau badan kita sehat. Kalau ada virus flu cuma sedikit, mungkin kita masih tahan. Sama dengan rabies harapannya tidak sampe jadi penyakit,” ungkapnya.

Dinkes Kaltim Sudah Mulai Distribusikan Vaksin Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies

Selanjutnya, orang yang tergigit dapat dibawa ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan perawatan. Yaitu diberikan serum anti rabies (SAR) secara berkala sesuai kondisi. Tidak hanya SAR, saat ini juga terdapat vaksin anti rabies (VAR) di setiap fasilitas kesehatan. Pihaknya pun telah mendistribusikan vaksin tersebut ke 11 kabupaten/kota.

Selain gigitan, Ivan mengungkapkan penularan rabies dapat juga melalui air liur yang berkontak langsung pada kulit yang luka. “Kalau jilatan terus kulitnya luka, virusnya bisa masuk,” ungkapnya.

Ivan mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi hewan peliharaan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit rabies. Apabila terdapat kasus gigitan masyarakat diharapkan tidak panik, segera mencuci luka dan pergi ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.

“Kalau punya anjing, anjingnya divaksin, kucingnya divaksin. Monyet juga berpotensi menularkan juga kalau digigit,” pungkasnya. (adv/diskominfokaltim/yed/drh)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana